Apa Itu Keamanan Siber: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Sumber: www.freepik.com

Apa itu keamanan siber? Keamanan siber adalah praktik melindungi sistem komputer, jaringan, perangkat, dan data dari serangan siber. Pelajari pengertian keamanan siber dan jenis-jenisnya di artikel kami berikut ini.

Keamanan siber di Indonesia saat ini, menjadi semakin penting mengingat hampir semua aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan, komunikasi, hingga hiburan, terhubung dengan internet. Hal ini membuat data dan informasi pribadi kita menjadi rentan terhadap serangan siber. Oleh karena itu, keamanan siber menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap perusahaan maupun individu.

Agar Anda bisa lebih memahami apa itu keamanan siber dan mengetahui praktik yang bisa dilakukan untuk menghindari serangan peretas, maka silakan simak artikel berikut. Kami akan menyediakan penjelasannya untuk Anda.

Apa Itu Keamanan Siber?

Keamanan siber adalah praktik melindungi sistem komputer, jaringan, perangkat, dan data dari serangan siber yang dapat menyebabkan gangguan, kerusakan, atau pencurian informasi. Serangan siber yang dimaksud bisa sangat beragam, mulai dari virus komputer, malware, SQL Injection, dan masih banyak lagi.

Perlu Anda ketahui, serangan siber memiliki potensi untuk mengganggu, merusak, atau menghancurkan bisnis. Bahkan, kerugian yang ditimbulkan saat ini terus meningkat. Misalnya, laporan dari IBM tentang Cost of a Data Breach Report 2023, menyebutkan bahwa kerugian rata-rata akibat pelanggaran data (data breach) pada tahun 2023 adalah USD 4,45 juta atau naik 15% selama tiga tahun terakhir. Oleh karena itu, keamanan siber menjadi semakin penting bagi kelangsungan hidup dan kesuksesan bisnis di era digital.

Baca Juga: Apa Itu Phishing? Memahami Arti dan Cara Mencegahnya

Jenis-jenis Keamanan Siber

Setelah Anda memahami apa itu keamanan siber, mari kita pelajari apa saja jenis-jenisnya.

1. Network security

Network security adalah langkah-langkah yang diterapkan untuk melindungi sumber daya jaringan dari akses ilegal. Perlu diketahui bahwa sebagian besar serangan terjadi melalui jaringan, dan solusi keamanan jaringan ini dirancang untuk mengidentifikasi dan memblokir serangan tersebut. Pada saat yang sama, keamanan jaringan juga berperan penting untuk memastikan kelancaran akses bagi pengguna yang sah.

2. Cloud security

Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang beralih ke komputasi awan (cloud computing), mengamankan cloud juga menjadi prioritas utama. Strategi cloud security atau keamanan cloud ini mencakup penggunaan solusi, kontrol, kebijakan, dan layanan keamanan siber. Tujuannya adalah untuk membantu melindungi seluruh penggunaan cloud mulai dari aplikasi, data, storage, development tools, virtual servers, dan cloud infrastructure. 

Meskipun banyak penyedia cloud menawarkan solusi keamanan, seringkali hal tersebut tidak memadai untuk mencapai tingkat keamanan yang diperlukan oleh perusahaan. Oleh karena itu, solusi tambahan dari pihak ketiga diperlukan untuk melindungi perusahaan dari  pelanggaran data ataupun serangan yang ditargetkan di lingkungan cloud.

3. Endpoint Security

Apa itu keamanan siber endpoint security? Perlu dipahami bahwa dalam dunia keamanan siber, titik akhir (endpoint) seperti server, desktop, laptop, dan perangkat seluler – adalah pintu masuk utama bagi serangan siber. Keamanan endpoint berperan sebagai benteng pertahanan untuk melindungi perangkat dan penggunanya dari berbagai serangan. Tidak hanya itu, keamanan endpoint juga turut melindungi jaringan dari pihak jahat yang memanfaatkan titik akhir sebagai celah untuk melancarkan serangan lebih luas.

Baca Juga: Definisi Keamanan Informasi dan 3 Aspek di Dalamnya (CIA Triad)

4.  Mobile Security

Di era digital ini, keamanan siber pada perangkat mobile seperti tablet dan smartphone kerap luput dari perhatian. Padahal, perangkat tersebut sering kali memiliki akses ke data perusahaan, sehingga rentan terhadap berbagai serangan siber yang mengintai seperti malware, serangan zero-day, phishing, dan lain-lain.

Mobile security atau keamanan mobile berperan penting dalam mencegah serangan tersebut dan mengamankan sistem operasi serta perangkat dari rooting dan jailbreaking (teknik untuk mendapatkan akses penuh ke sistem). Jika diintegrasikan dengan solusi MDM (Mobile Device Management), keamanan mobile memungkinkan perusahaan untuk memastikan hanya perangkat yang memenuhi standar keamanan yang diizinkan mengakses data dan aset perusahaan.

5. IoT Security

Penggunaan perangkat Internet of Things (IoT) memang menawarkan banyak manfaat, namun di sisi lain juga bisa membuka peluang ancaman siber. Penjahat siber akan mencari perangkat yang rentan dan terhubung ke Internet untuk tujuan jahat, seperti sebagai jalur masuk ke jaringan perusahaan atau sebagai bot dalam jaringan bot global.

Keamanan IoT berperan penting dalam melindungi perangkat-perangkat ini. Caranya seprti dengan:

  • Menemukan dan mengidentifikasi semua perangkat IoT yang terhubung ke jaringan.
  • Auto-segmentasi untuk mengontrol aktivitas jaringan.
  • Menggunakan IPS sebagai patch virtual untuk mencegah eksploitasi terhadap perangkat IoT yang rentan.

6. Application Security

Aplikasi web juga menjadi target serangan siber. Sejak 2007, OWASP (Open Web Application Security Project) telah melacak 10 ancaman teratas terhadap keamanan aplikasi web, seperti injeksi kode, autentikasi rusak, konfigurasi yang salah, dan cross-site scripting.

Nah, dengan application security atau keamanan aplikasi, serangan dari daftar OWASP Top 10 tersebut dapat dicegah. Keamanan aplikasi ini juga dapat mencegah serangan bot dan menghentikan interaksi berbahaya dengan aplikasi dan API.

7. Zero Trust Security

Model keamanan tradisional berfokus pada perimeter, ibarat membangun tembok tinggi di sekitar aset berharga. Namun, pendekatan ini memiliki beberapa kelemahan, seperti potensi ancaman dari internal. Selain itu, seiring dengan perpindahan aset perusahaan ke luar lokasi (cloud computing) dan maraknya kerja jarak jauh, maka diperlukan pendekatan keamanan baru, seperti zero trust security.

Apa itu keamanan siber zero trust?  Zero trust adalah kerangka kerja keamanan yang mengharuskan semua pengguna, baik di dalam atau di luar jaringan perusahaan, untuk diautentikasi, diberi otorisasi, dan terus divalidasi secara terus-menerus sebelum diberikan akses ke aplikasi dan data. Zero trust mengadopsi pendekatan yang lebih mendetail terhadap keamanan. Strategi keamanan siber ini melindungi setiap sumber daya secara individual melalui kombinasi mikro-segmentasi, pemantauan, dan penerapan kontrol akses berbasis peran. Dengan demikian, zero trust bertujuan untuk melindungi sumber daya digital dari ancaman internal dan eksternal dengan cara yang lebih efektif dan proaktif.

Baca Juga: Apa Itu Social Engineering: Cara Kerja & Contoh Metode yang Digunakan

Kesimpulan

Demikian penjelasan yang bisa kami berikan mengenai apa itu keamanan siber. Keamanan siber adalah aspek krusial dalam era digital seperti saat ini, yang melibatkan perlindungan terhadap data dan informasi sensitif dari serangan siber yang semakin canggih.

Untuk menghadapi tantangan ini, perusahaan dan individu perlu mengambil langkah-langkah proaktif dalam meningkatkan keamanan mereka. Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah penggunaan jasa pentest LOGIQUE. Solusi ini dapat membantu mengidentifikasi kerentanan dalam infrastruktur dan sistem informasi, sehingga tindakan perbaikan yang tepat dapat diambil sebelum menjadi sasaran serangan. 

Selain itu, simulasi phishing LOGIQUE juga merupakan metode efektif untuk meningkatkan kesadaran keamanan siber pada karyawan. Solusi ini dapat mengajarkan mereka untuk mengenali dan menghindari ancaman yang terus berkembang. Dengan mengintegrasikan solusi-solusi ini ke dalam strategi keamanan siber, Anda dapat lebih siap menghadapi ancaman siber yang terus berkembang dan bisa menjaga data perusahaan agar tetap aman dan terlindungi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan keamanan siber LOGIQUE, silakan hubungi kami atau klik jasa keamanan siber Indonesia. 

Related Posts