New Product Development: Pengertian, Fungsi, dan 7 Tahapannya

Sumber: www.freepik.com

New Product Development atau NDP merupakan salah satu metode populer yang digunakan dalam pengembangan produk (product development). Di dalamnya terdapat 7 tahap yang perlu dipahami agar produk dapat dikembangkan dengan baik.

Mengubah ide menjadi sebuah produk atau layanan memang bukan tugas yang mudah. Anda harus cukup inovatif agar produk atau layanan tersebut disukai oleh banyak orang.

Berdasarkan data yang pernah dibagikan oleh mckinsey.com, dari 7 ide pengembangan produk hanya ada 1 ide yang dapat menghasilkan produk yang sukses. Sedangkan tingkat kegagalan untuk produk yang baru diluncurkan adalah sekitar 25%-45%.

Di sinilah New Product Development (NDP) mengambil peran. Beberapa tahapan yang ada di dalam metode pengembangan produk ini dapat membantu para pemilik bisnis untuk mengonversi sebuah ide atau konsep menjadi produk yang layak dijual. Selain itu, dengan menggunakan pendekatan pengembangan yang terstruktur, maka Anda dapat meminimalisir kemungkinan akan kegagalan produk.

Berikut kami sediakan pengertian, fungsi, dan tahapan-tahapan dari New Product Development untuk Anda.

Apa itu New Product Development (NDP)? Mengapa Penting bagi Perusahaan?

New Product Development adalah metode pengembangan produk baru dengan serangkaian proses yang digunakan untuk mengubah ide menjadi produk baru yang dapat dipasarkan serta mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Produk yang dimaksud di atas dapat berbentuk layanan, barang, software, atau hardware. 

Sebagai pemilik bisnis, Anda tentu tidak ingin jika produk yang dikembangkan mengalami kegagalan bukan? Metode NDP inilah yang dapat Anda pergunakan untuk meminimalisir kegagalan tersebut.

Pada umumnya sebuah bisnis gagal meluncurkan produk baru karena beberapa alasan. Beberapa diantaranya seperti desain produk yang buruk, peluncuran produk di waktu yang salah, target pelanggan yang tidak tepat, harga yang terlalu tinggi, metode pemasaran yang tidak efektif, dan masih banyak lagi. Ketika menjalankan tahapan-tahapan NDP, perusahaan dapat memeriksa bagaimana kelayakan ide pengembangan sebelum produk diluncurkan di pasar.

Selain itu, perlu Anda ingat bahwa saat ini persaingan bisnis sudah semakin tinggi, teknologi sudah semakin berkembang, dan preferensi konsumen juga akan terus berubah. Dengan NDP, maka bisnis dapat mempelajari kondisi pasar sehingga peluang produk untuk sukses bisa menjadi lebih besar. 

Fungsi New Product Development

1. Menciptakan inovasi

NDP membantu perusahaan untuk menciptakan inovasi baru. Untuk mendapatkan inovasi, ide-ide yang muncul akan didengar dan diuji terlepas dari siapa pemilik ide tersebut.

2. Mengikuti preferensi konsumen

Tren di pasar akan terus berubah begitu juga dengan preferensi konsumen. NPD memungkinkan Anda untuk  memastikan bahwa produk-produk Anda masih relevan dengan selera konsumen.

3. Menghindari kegagalan

Melalui NDP, perusahaan atau bisnis dapat menghindari kegagalan pengembangan produk yang biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

  • Biaya pengembangan yang terlalu tinggi
  • Metode pemasaran yang tidak tepat
  • Gagal memenuhi kebutuhan pelanggan
  • Menetapkan harga yang terlalu tinggi
  • Gagal bersaing dengan bisnis lain

Baca Juga: Penjelasan Aspek Pasar dan Pemasaran dalam Studi Kelayakan Bisnis

7 Tahapan New Product Development

1. Idea generation

Idea generation merupakan tahap di mana Anda mengumpulkan ide-ide yang berguna untuk pengembangan produk baru. Selama tahap pertama ini, Anda akan melakukan brainstorm brainstorming ide untuk suatu produk dengan fokus pada pemecahan masalah pelanggan Anda.

Ide yang dikumpulkan dapat berasal dari dua sumber yaitu:

  • Sumber ide internal:

Ide internal di dapat dari dalam perusahaan melalui kontribusi dan diskusi yang mendalam dengan karyawan.

  • Sumber ide eksternal  

Ide eksternal diperoleh dari pihak di luar perusahaan seperti dari pelanggan, distributor, atau bahkan pesaing bisnis. 

Pada tahap ini, Anda juga bisa mengumpulkan feedback-feedback dari pelanggan untuk menemukan peluang atau celak yang dapat lebih dioptimalkan dari produk yang sudah ada. Dengan memanfaatkan sumber internal, eksternal, serta feedback pelanggan, maka perusahaan dapat memahami dengan lebih baik mengenai kebutuhan konsumen. 

2. Idea screening

Setelah ide dikumpulkan, maka langkah selanjutnya adalah menyaring ide tersebut untuk menentukan ide mana yang layak untuk dikembangkan. Karena pada umumnya biaya yang diperlukan untuk pengembangan produk baru cukup tinggi maka proses penyaringan ini penting untuk dilakukan agar perusahaan dapat menghindari kerugian finansial. 

Pada tahap sebelumnya, Anda sudah mendapatkan berbagai ide tanpa filter apapun. Jadi, pada tahap ini Anda harus bisa memprioritaskan dan menentukan ide mana yang terbaik untuk pengembangan produk baru di perusahaan Anda.

Saat melakukan proses filtering, perusahaan perlu memperhatikan berbagai kondisi atau kriteria tertentu untuk menilai apakah ide tersebut merupakan ide terbaik untuk dijalankan. Beberapa kriteria umum yang perlu diperhatikan seperti:

  • Manfaat produk:

Apakah pelanggan bisa memperoleh manfaat dari produk baru tersebut?

Apa saja manfaat / fungsinya?

Berapa banyak pelanggan yang dapat memperoleh manfaat?

  • Audiens:

Apakah ide dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan audiens?

Apakah ide tersebut dapat membantu perusahaan untuk mendatangkan audiens baru dan menjaga audiens yang sudah ada?

  • Kondisi pasar:

Apakah ada kebutuhan untuk produk ini di pasar?

Berapa banyak pesaing yang memiliki produk serupa?

  • Branding:

Apakah produk sesuai dengan citra, tujuan, dan branding bisnis?

  • Profitabilitas:

Di area mana saja perusahaan perlu mengeluarkan biaya untuk pengembangan produk?

Berapa banyak keuntungan yang akan dihasilkan saat produk dipasarkan?

new product development nda
Sumber: www.freepik.com/katemangostar

3. Concept development & testing

Tahapan yang ketiga dalam New Product Development adalah pengembangan dan pengujian konsep. Secara garis besar, konsep merupakan rincian dari sebuah ide seperti apa yang akan Anda produksi, untuk siapa, masalah yang akan dipecahkan, bagaimana cara kerjanya, berapa biayanya, dan masih banyak lagi. Untuk memastikan konsep tersebut layak untuk dipasarkan maka Anda perlu mengujinya dengan pelanggan nyata.

Terdapat beberapa alasan mengapa pengujian konsep perlu dilakukan, yaitu:

  • Anda mendapatkan feedback nyata dari pengguna.
  • Anda akan terbantu untuk mengetahui kekurangan produk.
  • Memungkinkan Anda untuk memperbaiki konsep yang dibangun

Dengan melakukan pengujian konsep, perusahaan dapat lebih percaya diri ketika meluncurkan produk baru di pasar. Perusahaan juga akan memiliki gambaran yang cukup baik tentang bagaimana perasaan dan respons pelanggan dengan produk baru tersebut.

Metode pengujian konsep

Pengujian konsep dapat dilakukan dengan berbagai metode. Berapa diantaranya seperti melalui survei dan kuesioner. Selain itu, Anda juga bisa melakukan pengujian konsep dengan Focus Groups.

Dalam penelitian Focus Group, Anda akan membuat kelompok-kelompok yang umumnya terdiri dari 30-60 orang dan dipecah menjadi unit-unit yang lebih kecil. Setiap unit tersebut kemudian diberikan deskripsi tentang konsep dan ide produk kemudian dibiarkan membuka diskusi tanpa campur tangan siapa pun dari pihak perusahaan. 

Dengan metode pengujian ini, Anda dapat mengidentifikasi dan mengartikulasikan sikap atau perilaku pembelian, serta menilai apakah mereka bersedia untuk membeli produk dengan konsep yang sudah Anda buat.  

4. Market strategy and business analysis

Setelah menyelesaikan tahap pengembangan dan pengujian konsep, maka tahap selanjutnya adalah merancang strategi pemasaran dan menganalisis daya tarik produk Anda dari perspektif bisnis. Salah satu metode populer untuk menentukan strategi pemasaran adalah dengan mengikuti strategi marketing mix (bauran pemasaran).

Marketing mix atau bauran pemasaran berisi kumpulan variabel atau elemen pemasaran yang dikendalikan oleh suatu perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan dari target pasar. Untuk dapat menjalankan strategi pemasaran yang sukses, dalam marketing mix ini, Anda akan diajak untuk memperhatikan 7 elemen di dalamnya yaitu Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence. Dengan memperhatikan elemen-elemen tersebut, sebuah bisnis dapat merencanakan strategi pemasarannya dengan tepat. Jika Anda ingin menggunakan konsep marketing mix ini, kami sarankan Anda untuk membaca artikel kami berikut:

Apa Itu Marketing Mix? Mengenal Konsep 4P dan 7P

Pada tahap ke 4 dalam New Product Development ini, Anda juga perlu melakukan analisis bisnis. Hal tersebut dibutuhkan agar Anda dapat memutuskan apakah ide pengembangan produk baru tersebut sepadan dengan sumber daya yang tersedia. Selama proses analisis bisnis, Anda akan menguraikan perkiraan penjualan total, perkiraan biaya, proyeksi keuntungan, dan menentukan tujuan atau goals yang ingin dicapai dari pengembangan produk secara keseluruhan. 

5. Technical product design and development

Pengembangan produk merupakan tahap yang menarik dalam proses New Product Development. Pada tahap ini, ide pengembangan produk sudah ditetapkan dan Anda sudah selesai untuk menjalankan berbagai penelitian agar ide yang dioleh dapat menghasilkan produk yang sesuai harapan pasar. 

Untuk pengembangan produk berupa software, maka perusahaan akan melibatkan berbagai pihak mulai dari designer, engineers, serta developer. Perusahaan akan memulai pengembangan dengan membuat prototype untuk memvisualisasikan bagaimana produk akan terlihat. 

Berdasarkan requirement yang telah ditetapkan, para UI/UX designer akan menggunakan beragam prototyping tools untuk membuat desain yang sesuai. Rincian desain tersebut kemudian akan dibahas dengan para pemangku kepentingan. 

Setelah desain disetujui, tim developer kemudian akan membangun seluruh sistem dan menulis kode dengan beragam bahasa pemrograman. Perlu Anda ketahui dalam proses pengembangan produk ini perusahaan biasanya akan menggunakan pendekatan pengembangan software sendiri seperti Agile. Pendekatan ini fokus pada pengembangan bertahap dan berulang. Pada umumnya perusahaan memanfaatkan metode Agile Software Development ini agar bisa merilis produk dengan waktu yang cukup singkat.

6. Market testing

Terdapat dua strategi untuk melakukan market testing atau pengujian pasar, yaitu:

  • Alpha Testing

Produk akan dikirim ke tim engineers untuk melakukan pengujian dan mengevaluasi kinerja produk tersebut. Tim kemudian akan membuat laporan ketika mereka menemukan permasalahan yang perlu ditangani.

  • Beta Testing

Untuk melakukan pengujian ini maka software versi beta akan dirilis dan digunakan oleh sekelompok konsumen. Dari tahap ini, konsumen akan memberikan feedback atau menginformasikan permasalahan yang ditemukan sehingga kinerja produk dapat diperbaiki dan dioptimalkan.

7. Commercialization

Memasuki tahap commercialization berarti produk Anda sudah siap untuk dirilis ke pasar. Anda harus memastikan bahwa tim produksi, distribusi, pemasaran, penjualan, atau tim customer service perusahaan selalu siap sedia untuk mendukung peluncuran produk yang sukses dan berkelanjutan. 

Baca Juga: Kenali 4 Aspek Pemasaran Ini Sebelum Memulai Usaha

Kesimpulan

New Product Development atau NDP dapat membantu perusahaan menciptakan produk-produk baru. Karena persaingan bisnis yang sudah semakin ketat, perusahaan dituntut untuk terus berpikir kreatif dan menciptakan inovasi baru agar produk yang disediakan dapat memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah.

Jika perusahaan Anda membutuhkan bantuan untuk mengembangkan sistem baik itu website atau pun aplikasi mobile, Anda dapat menghubungi Tim LOGIQUE. Kami merupakan perusahaan web developer dengan tim berpengalaman untuk menjalankan proyek pengembangan produk digital. Silakan hubungi kami atau klik Layanan LOGIQUE untuk mendapatkan detail penjelasan dari layanan kami. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts