7 Tips Optimasi Landing Page Untuk Meningkatkan Konversi 

Sumber: freepik.com

Optimasi landing page yang dilakukan dengan baik akan menarik lebih banyak klien dan pelanggan baru sehingga konversi yang dihasilkan dapat meningkat. Optimasi ini akan membantu perusahaan untuk bisa mengubah web visitor menjadi prospek pelanggan. 

Para digital marketer telah menjalankan berbagai kampanye di Google Ads agar sebuah website dapat lebih mudah ditemukan dan memperoleh lebih banyak visitor. Salah satu hal yang kemudian menjadi tantangan adalah menjaga minat web visitor tersebut dan meyakinkan mereka bahwa website Anda merupakan tempat yang tepat untuk mendapatkan layanan atau produk yang dicari. Oleh karena itulah, optimasi landing page diperlukan.

Sebelum kami menginformasikan bagaimana cara optimasi landing page paling efektif, ada baiknya jika Anda memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan landing page. Berikut penjelasan nya untuk Anda.

Apa Itu Landing Page?

Dalam pemasaran digital, landing page adalah standalone web pages yang dirancang khusus untuk satu tujuan spesifik seperti mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian, mendaftar webinar, berlangganan buletin, atau yang lain. Di sinilah, para web visitor akan “mendarat” setelah mereka membuka link yang diperoleh dari email, Google Ads, atau platform digital yang lain. 

Perlu diketahui bahwa landing page atau juga dikenal sebagai halaman arahan, berbeda dengan halaman web yang lain. Landing page biasanya dibangun dengan satu tujuan dan memiliki Call to Action di dalamnya. Berbeda dengan halaman web yang biasanya memiliki banyak tujuan dan mendorong pengunjung website untuk melakukan eksplorasi. 

Landing page juga berbeda dengan home page website. Salah satu hal yang membedakannya adalah tujuan dari halaman tersebut. Home page disediakan untuk memberikan informasi sedangkan landing page digunakan untuk mendorong users untuk melakukan sesuatu yang spesifik sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Untuk memudahkan Anda untuk mengenalinya, berikut karakteristik atau ciri-ciri landing page:

  • Halaman memiliki satu tujuan utama yang spesifik.
  • Halaman memiliki desain yang mampu mendorong users agar segera melakukan transaksi di web tersebut.
  • Terdapat tombol Call to Action yang menonjol.
  • Tidak memiliki banyak link atau minim navigasi yang mengarahkan users ke berbagai halaman website.
  • Memiliki copy atau text yang berisi pesan spesifik kepada users.

Secara garis besar, terdapat dua jenis landing page yaitu:

  1. Lead Generation Landing Page 

  Lead Generation Landing Page adalah halaman landing page yang digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai calon prospek seperti nama dan alamat email. Dari info tersebut, pemilik bisnis dapat menghubungi dan memasarkan produk atau layanan kepada para calon prospek. Sebagai contoh, Anda dapat mengirim info promo, berita terbaru tentang produk Anda, artikel, atau konten pemasaran lainnya.

2. Click-Through Landing Page

Click-Through landing adalah halaman landing page yang memiliki tujuan untuk meyakinkan pengunjung untuk mengklik halaman lain dimana konversi yang sebenarnya terjadi. Landing page ini biasanya dipergunakan oleh para pemilik toko online atau bisnis e-commerce. Di dalam landing page ini tidak ada formulir yang harus diisi oleh calon pelanggan namun sebuah tombol sederhana yang berbunyi “Beli Sekarang!”, “Shop Now”, atau kalimat lain yang mengacu pada sebuah pembelian.

Jadi, Apa yang Dimaksud dengan Optimasi Landing Page?

Optimasi landing page atau Landing Page Optimization (LPO) mengacu pada serangkaian cara yang dilakukan untuk meningkatkan setiap elemen yang ada di halaman landing page untuk menghasilkan lebih banyak konversi. Dengan proses optimasi ini diharapkan akan ada lebih banyak users yang mengambil tindakan sesuai dengan goals yang diinginkan pada halaman arahan tersebut seperti melakukan pembelian, mengisi form pendaftaran, atau yang lain.

Baca Juga: 9 Cara Meningkatkan Traffic Website, Gratis!

7 Tips Optimasi Landing Page untuk Meningkatkan Konversi

1. Analisa target audiens Anda

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menganalisis target audiens. Hal ini diperlukan karena saat ini pelanggan cenderung ingin diperlakukan secara personal. Dengan mengenali siapa yang menjadi target audiens perusahaan, maka isi landing page nantinya dapat Anda personalisasi agar sesuai dengan target pelanggan.

Anda juga perlu memahami bahwa kesuksesan landing page dimulai dari adanya rasa empati terhadap pelanggan. Anda dapat melakukan analisis mengenai permasalahan yang dihadapi oleh pelanggan dan tawarkan layanan atau produk Anda sebagai solusinya. 

Jadi, sebelum membangun landing page, luangkanlah sedikit waktu untuk memahami siapa target audiens Anda. Anda harus memikirkan siapa yang akan “mendarat” di halaman tersebut, berapa usia mereka, bagaimana cara atau style mereka ketika berkomunikasi, solusi apa yang mereka inginkan, apa permasalahan mereka, dan lain-lain. Dari informasi tersebut, Anda dapat merancang landing page yang tepat dan sesuai dengan target market Anda.

2. Landing page harus cepat dan mobile friendly

Ketika mengoptimasi halaman landing page, maka page load merupakan salah satu hal yang harus Anda perhatikan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Google, sebanyak 53% kunjungan akan ditinggalkan oleh users jika situs website membutuhkan waktu lebih dari 3 detik untuk dimuat. Jadi, konten apapun yang Anda sediakan di halaman arahan tersebut tidak akan dilihat oleh para users jika halaman membutuhkan waktu yang lama untuk ditampilkan.

Oleh karena itulah, Anda harus berhati-hati ketika menambahkan konten ke halaman landing page agar tidak memperberat bobot waktu untuk memuat halaman. Anda dapat menggunakan PageSpeed Insight dari Google untuk mengetahui bagaimana performa halaman landing page Anda. Dari PageSpeed Insight ini, Anda juga dapat memperoleh berbagai saran untuk mengimprove speed halaman arahan tersebut. Selain itu, halaman arahan juga harus mobile friendly untuk memastikan bahwa users dapat mengakses dan melihat landing page dengan tampilan yang baik dari berbagai perangkat. 

3. Buat design landing page yang sederhana

Karena landing page memiliki satu fokus utama yaitu mendorong user untuk melakukan suatu tindakan, maka Anda harus menyediakan desain halaman yang sederhana. Gunakan clean designs dan arahkan perhatian users pada penawaran atau Call to Action yang Anda sediakan.

Desain yang terlalu rumit dengan berbagai elemen tidak jarang justru menimbulkan kekacauan secara visual sehingga users menjadi tidak fokus apa hal utama yang ingin disampaikan.

Baca Juga: 5 Strategi Digital Marketing Otomotif untuk Meningkatkan Penjualan

4. Headline dan subheading yang jelas, singkat, dan “berbicara” pada users

Headline atau judul menjadi hal pertama yang akan dibaca oleh users ketika mereka membuka halaman landing page. Jadi, headline memiliki peran besar dalam membujuk pelanggan untuk melakukan konversi yang Anda harapkan.

Headline dan subheading yang Anda sediakan harus bisa menyatakan penawaran dengan sejelas mungkin seperti produk apa yang Anda launching, berapa besar diskon yang Anda berikan, atau yang lain. Selain itu hindari penulisan judul yang berbelit-belit agar users lebih mudah dalam memahami isi pesan yang ingin Anda sampaikan.

Berikut beberapa contoh headline dan subheading dari berbagai perusahaan yang ditulis dengan jelas dan singkat:

Sign up for your free Wistia account 

Use Wistia and all its features for free, forever!

  • TransferWise

A cheaper way to send money internationally.

Join over 3 million people who left their banks to get a great exchange rate and a low fee. Every time.

  • Ruang Guru

Bimbel Online No.1 di Indonesia

Solusi terlengkap dalam satu aplikasi yang telah dipercaya oleh lebih dari 15.000.000 pelajar dan lebih dari 300.000 guru di Indonesia

  • Spotify

Spotify Free

Jutaan lagu. Tanpa kartu kredit.

  1. Tambahkan info-info bernilai

Bagi sebagian pengunjung heading dan subheading belum cukup untuk meyakinkan mereka agar mau melakukan tindakan yang Anda harapkan. Oleh karena itu, agar dapat menghasilkan konversi yang diharapkan maka Anda perlu menambahkan informasi bernilai yang mampu memotivasi users untuk melakukan pembelian, memberikan alamat email, atau tindakan yang lain. Beberapa informasi yang bisa Anda tambahkan seperti testimoni pelanggan, benefit yang akan diperoleh pelanggan, atau social proof.

Contoh perusahaan yang membuat landing page dengan menambahkan info-info bernilai adalah Shopify. 

optimasi landing page
Sumber: shopify.co.id

Shopify merupakan salah satu platform untuk pengembangan bisnis e-commerce. Beberapa info bernilai yang mereka tampilan adalah:

  • Beautiful themes that are responsive and customizable
  • Pricing as low as $29/month
  • Trusted by over 1,000,000 businesses worldwide

6. Tambahkan konten visual berkualitas yang relevan

Konten visual seperti gambar produk memiliki kekuatan untuk menyajikan informasi dengan cara yang lebih menggugah daripada kata-kata. Oleh karena itu, sediakan gambar yang berkualitas dan relevan untuk menarik perhatian users. Dengan menyediakan gambar, users juga akan memperoleh gambaran visual mengenai produk atau layanan yang Anda tawarkan.

7. Tombol Call to Action harus menonjol

Tombol Call to Action yang jelas dan menonjol akan membantu menghasilkan lebih banyak konversi. Oleh karena itu, ketika membuat tombol CTA terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Memiliki ukuran yang cukup besar sehingga pengguna dapat dengan mudah mengarahkan kursor ke tombol tersebut tanpa kesulitan.
  • Tombol harus diletakan pada posisi yang mudah dilihat oleh uses.
  • Tombol memiliki warna kontras namun harus tetap sesuai dengan skema warna halaman landing page,
  • -Menggunakan text yang menarik namun to the point. Jadi, alih-alih menggunakan text “Daftar” atau “Kirim”, Anda dapat membuatnya menjadi lebih menarik seperti “Coba Gratis Sekarang”, “Join Now”, “Belanja Sekarang”, “Sign Up For Free”, atau yang lain.

Baca Juga: Pentingnya Digital Marketing Selama Pandemi (Contoh Strategi)

Kesimpulan

Beberapa cara optimasi landing page di atas dapat Anda lakukan untuk mengubah web visitor menjadi seorang pelanggan. Halaman landing page memang memiliki peran besar dalam menghasilkan konversi. Itulah sebabnya mengapa halaman tersebut perlu dikembangkan dengan perencanaan yang baik.

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk mengembangkan landing page yang berfungsi secara optimal, Anda dapat menghubungi LOGIQUE Digital Indonesia. LOGIQUE akan melakukan serangkaian proses optimasi agar halaman web Anda dapat bekerja secara maksimal dan menghasilkan lebih banyak penjualan. Kami juga dapat membantu Anda untuk melakukan optimasi SEO ataupun strategi digital marketing lain agar bisnis dapat terus berkembang di era digital. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Tim LOGIQUE sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts