Transformasi Digital (DX): Bagaimana Mengubah Bisnis Secara Digital?

Transformasi Digital (DX) adalah praktik mengubah proses bisnis, pengalaman pelanggan, serta budaya perusahaan dengan penggunaan teknologi digital. Saat ini, transformasi digital menjadi salah satu hal yang harus dilakukan agar sebuah bisnis dapat terus bersaing dan tetap berkembang.

Di era serba digital seperti saat ini, sudah semakin banyak orang yang memanfaatkan teknologi untuk membantu berbagai aktivitas mereka. Dengan teknologi, orang-orang dapat berbelanja secara online, bekerja dari jarak jauh, melakukan meeting virtual, dan masih banyak lagi.

Teknologi saat ini memang sudah semakin canggih dan mampu menawarkan berbagai kemudahan bagi para penggunanya. Itulah sebabnya mengapa para pemilik bisnis perlu melakukan transformasi ke arah digital agar proses bisnis yang mereka lakukan dapat berjalan secara lebih efektif dan efisien.

Jika bisnis Anda sekarang ingin memulai transformasi ini, maka Anda harus memiliki pemahaman yang kuat tentang apa itu transformasi digital. Dengan demikian, Anda dapat melakukan transformasi yang mampu memberi dampak positif untuk kinerja bisnis Anda.

Apa Itu Transformasi Digital?

Secara umum, transformasi digital (DX) adalah praktik mengubah proses bisnis, pengalaman pelanggan, serta budaya perusahaan dengan penggunaan teknologi digital. Jadi, ketika melakukan transformasi digital, Anda akan mengintegrasikan teknologi ke semua area bisnis sehingga dapat membawa perubahan mendasar pada cara bisnis ketika beroperasi serta bagaimana cara bisnis memberikan value ke pelanggan.

Sebagai informasi tambahan, transformasi digital berasal dari Bahasa Inggris yaitu Digital Transformation. Dalam Bahasa Inggris, kata “trans” sering digantikan dengan huruf X sehingga ditulis menjadi Digital X-formation. Itulah sebabnya mengapa Digital Transformation sering disebut juga dengan istilah DX.

Perbedaan Digitization, Digitaliation, dan Transformasi Digital

Digitization adalah proses mengkonversi sebuah informasi dari bentuk analog ke bentuk digital. Contohnya seperti ketika sebuah perusahaan mengkonversi semua info, data, atau catatan yang disimpan dalam bentuk kertas menjadi bentuk soft file microsoft word di dalam komputer. 

Digitalization adalah proses memanfaatkan digitization untuk meningkatkan proses bisnis. Digitalization juga bisa diartikan sebagai proses penggunaan teknologi digital dan digitized data untuk menyederhanakan cara Anda bekerja. Contohnya seperti ketika Anda mengunggah soft file microsoft word ke dalam Google Document dan memberikan akses kepada banyak orang.

Transformasi digital merupakan transformasi aktivitas dan proses bisnis, produk, ataupun budaya perusahaan yang sepenuhnya memanfaatkan teknologi digital. Tujuan dari transformasi digital ini adalah untuk meningkatkan efisiensi serta menemukan peluang monetisasi baru. Contoh transformasi digital adalah penggunaan chatbot berteknologi AI untuk layanan customer service yang mampu membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pelanggan. Contoh lain seperti perusahaan ritel yang mengembangkan website e-commerce sehingga mampu meningkatkan pengalaman bertransaksi yang mudah dan menyenangkan baik dari pihak penjual ataupun pembeli.

Mengapa Bisnis Perlu Bertransformasi di Era Digital?

Transformasi digital dapat dikatakan sebagai transformasi bisnis. Perusahan-perusahaan biasanya akan melakukan perubahan ini karena adanya dorongan untuk membuat proses untuk menyelesaikan sesuatu dapat berjalan dengan efektif dan efisien untuk semua pihak baik itu karyawan ataupun pelanggan.

Transformasi digital yang dilakukan dengan matang di berbagai aspek di dalam perusahaan dapat memberikan berbagai keuntungan. Contohnya seperti dapat membantu merampingkan proses produksi, memperluas area distribusi, membangun tempat kerja yang jauh lebih baik untuk karyawan, serta mampu meningkatkan pengalaman pelanggan yang lebih memuaskan. Semua keuntungan tersebut tentu akan membawa bisnis atau perusahaan Anda ke arah kesuksesan.

Selain itu, perlu Anda pahami bahwa era digital telah mengubah perilaku konsumen. Saat ini konsumen cenderung untuk mencari dan melakukan pembelian suatu produk melalui saluran digital seperti website, aplikasi mobile, social media, dan masih banyak lagi. Di sisi lain, setiap bisnis akan terus saling bersaing untuk memenangkan minat pelanggan. Oleh karena itulah, jika pesaing bisnis Anda saat ini sudah mulai menjalankan transformasi digital, dan Anda masih tetap mengelola bisnis dengan cara konvensional, maka bisnis Anda dapat jauh tertinggal.

Baca Juga: Pentingnya Transformasi Digital untuk Perusahaan di Indonesia

Contoh Perusahaan-perusahaan yang Telah Melakukan Transformasi Digital

Berikut ini adalah contoh-contoh perusahaan yang sudah melakukan transformasi digital dan memperoleh kesuksesan. 

1. NETFLIX

Pada awalnya Netflix merupakan sebuah perusahaan persewaan DVD namun setelah melalui proses transformasi digital yang panjang, Netflix akhirnya menjadi salah satu perusahaan sukses yang menawarkan layanan streaming untuk berbagai acara TV, film, anime dan lain-lain. Salah satu alasan mengapa perusahaan ini dapat terus berkembang dan sukses adalah karena Netflix dapat terus bertransformasi dan menghadirkan inovasi serta kemudahan bagi semua pelanggannya.

2. IKEA

Perusahaan furniture Swedia IKEA juga menjadi salah satu perusahaan yang dapat menunjukkan bagaimana DX dapat mengubah perusahaan konvensional menjadi lebih maju. Dengan mengaplikasikan teknologi di berbagai aspek, IKEA mampu mengubah pengalaman berbelanja yang lebih mudah dan lebih menyenangkan kan. IKEA juga telah memutuskan untuk menerapkan proyek rumah pintar seperti dengan menyediakan peralatan dapur dan penerangan yang cerdas. Selain itu, IKEA juga menggunakan teknologi Augmented Reality di aplikasinya yang dapat memvisualisasikan bagaimana perabot akan terlihat ketika diletakkan di ruang rumah konsumen.

3. LEGO

LEGO bricks merupakan blok bangunan plastik warna-warni yang dapat digabungkan dengan mudah untuk membuat menara, rumah, dan banyak lagi. Mainan ini dikembangkan oleh LEGO Group. Perusahaan ini memulai program transformasi digital besar-besaran dengan tujuan untuk mendiversifikasikan aliran pendapatan mereka. Beberapa hal yang mereka lakukan seperti mengembangkan aplikasi seluler, membuat game, serta film. Setelah melalui proses transformasi yang panjang, akhirnya LEGO berhasil memperoleh peningkatan pendapatan yang signifikan. 

dx transformasi digital
Sumber: freepik.com/natanaelginting

4 Area Utama di Dalam Transformasi Digital

1. Business Process

Transformasi digital dilakukan di lama proses bisnis. Biasanya perusahaan akan menggunakan teknologi-teknologi seperti penggunaan data, machine learning, API, dan lain-lain untuk mengelola kembali proses bisnis agar berjalan lebih baik. Dengan penggunaan teknologi pada proses bisnis maka Anda dapat menurunkan biaya operasi, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta meningkatkan kualitas pekerjaan.

Salah satu contoh transformasi digital pada area proses bisnis dapat kita lihat ketika sebuah bisnis menerapkan teknologi yang mampu mengotomatisasi pengerjaan tugas-tugas back office menjadi lebih ramping.  

2. Business Model

Transformasi digital pada business model artinya perusahaan melakukan perubahan pada model bisnis yang sedang dijalankan. Transformasi ini akan membuka cara baru untuk mengembangkan produk, menemukan klien, serta menghasilkan keuntungan. Salah satu contoh perusahaan yang sukses dalam melakukan transformasi model bisnis adalah Netflix. Perusahaan tersebut sebelumnya merupakan perusahaan persewaan DVD namun sekarang telah bertransformasi digital menjadi perusahaan dengan layanan streaming.

3. Domain

Transformasi domain terjadi ketika satu bisnis berhasil mengembangkan layanannya ke area yang lain. Contohnya seperti transformasi digital yang dilakukan oleh perusahaan Amazon. Seperti yang kita ketahui Amazon adalah salah satu perusahaan retail online terbesar saat ini. Saat ini, Amazon memiliki platform streaming bernama Amazon Prime. Selain itu, Amazon juga mengembangkan Amazon Web Services (AWS) untuk layanan cloud computing atau infrastructure service. Apa yang membuat Amazon masuk ke domain layanan cloud computing mungkin dikarenakan perusahaan tersebut sudah memiliki pengalaman dan kemampuan yang kuat dalam mensupport bisnis ritelnya yang besar.

4. Cultural/ Organizational

Area transformasi digital yang selanjutnya adalah area cultural/ organizational atau budaya perusahaan. Secara garis besar, area transformasi ini menggambarkan sebagai proses perubahan pada pola pikir, proses, serta kemampuan perusahaan untuk dunia digital. Jika perusahaan Anda ingin melakukan transformasi digital secara penuh untuk jangka panjang, maka area ini harus Anda perhatikan. 

Baca Juga: Keberadaan Teknologi Digital Ternyata Mampu Memperluas Produk

Bagaimana Mengubah Bisnis Anda Secara Digital?

Jika Anda serius untuk mengubah bisnis secara digital, maka Anda harus memahami bahwa transformasi digital adalah transformasi bisnis secara lengkap di berbagai aspek. Jadi, transformasi digital tidak sekedar memperbarui sistem atau menggunakan aplikasi mobile.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, transformasi ini akan mengubah budaya perusahaan dan Anda harus memikirkan konsep digital untuk semua proses yang terjadi di dalam perusahaan Anda. 

Semua jenis bisnis baik skala besar maupun kecil dapat melakukan transformasi digital. Anda dapat memulainya dengan membangun budaya digital ke dalam perusahaan Anda. Selanjutnya, Anda dapat mengembangkan konsep digital di berbagai aspek lain di perusahaan.

Secara garis besar terdapat beberapa step yang bisa Anda lakukan untuk mengubah bisnis Anda secara digital, yaitu:

1. Ubah culture perusahaan

Pertama-tama, Anda harus bisa mengubah budaya perusahaan untuk menciptakan dan menumbuhkan mindset digital di setiap karyawan. Cara kerja digital ini harus terus Anda promosikan secara aktif. Jadi, Anda mungkin harus menginformasikannya berulang lagi agar mindset tersebut dapat tertanam di semua karyawan. Salah satu cara kerja yang banyak dipergunakan oleh berbagai perusahaan di era digital ini adalah Scrum. Dengan kerangka kerja ini perusahaan dapat mengembangkan sebuah produk secara gesit dan lebih menguntungkan.

Anda dapat membaca panduan Scrum pada artikel berikut ini:

Panduan Scrum Part 1: Apa itu Scrum? (Pengertian, Teori, dan Nilai-nilainya)

2. Fokus kepada pelanggan

Anda menjalankan bisnis dan melakukan berbagai strategi pemasaran untuk mendapatkan minat pelanggan. OLeh karena itu, dalam menjalankan bisnis, Anda harus memperhatikan minat dan kebiasaan pelanggan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini pelanggan sudah semakin paham dengan teknologi. Mereka juga sudah terbiasa merasakan user experience yang luar biasa dari bisnis-bisnis besar seperti Google, Facebook, Tokopedia, Shopee, Grab, Gojek, dan lain-lain. Oleh karena itu, perusahaan Anda harus memahami bagaimana cara pelanggan ketika menggunakan produk dan layanan baik secara offline ataupun online. Dengan demikian, bisnis yang dikembangkan dapat disesuaikan dengan kebiasaan tersebut sehingga tercipta pengalaman pelanggan yang baik.

Salah satu contoh pendekatan yang dapat Anda terapkan dalam pengembangan produk adalah dengan metode Design Thinking. Metode ini digunakan untuk memecahkan masalah dengan fokus utama pada users atau pelanggan. Anda dapat membaca informasi lebih lanjut mengenai metode ini pada artikel berikut:

Pengertian Design Thinking dan 5 Tahapan di Dalamnya

3. Kelola data perusahaan Anda

Di era digital seperti saat ini, data menjadi aset yang sangat berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus terus mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan memanfaatkan data pelanggan untuk menciptakan pemasaran yang optimal. Beberapa jenis data yang dapat Anda kumpulkan seperti riwayat pembelian, perilaku konsumen ketika berbelanja, aktivitas pelanggan di media sosial, dan sebagainya.

Saat ini sudah ada berbagai tools yang bisa Anda gunakan untuk mengumpulkan data. Salah satunya melalui sistem CRM. Dengan menggunakan sistem ini, Anda dapat memperoleh data pelanggan seperti profil, info kontak, dan berbagai informasi menarik lainnya

Dari data tersebut, perusahaan dapat memahami siapa konsumen Anda dan merancang strategi pemasaran yang tepat. Dengan demikian, Anda dapat meningkatkan proses bisnis dengan lebih efektif dan efisien. 

4. Cari mitra berpengalaman

Melakukan transformasi digital merupakan proses yang panjang. Selain itu ada berbagai aspek yang perlu Anda perhatikan. Oleh karena itu, bekerja sama dengan mitra profesional dapat membantu perusahaan untuk melakukan transformasi digital dengan sukses. 

Vendor atau konsultan IT profesional pada umumnya sudah memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai transformasi digital. Kemungkinan besar, mereka juga sudah memiliki banyak pengalaman dalam membantu berbagai bisnis untuk situasi yang serupa. 

Dengan demikian, vendor atau konsultan tersebut dapat membantu Anda dalam menemukan solusi terbaik yang bisa diterapkan di perusahaan Anda. Salah satu contoh konsultan IT profesional yang sudah banyak membantu berbagai jenis bisnis adalah LOGIQUE Digital Indonesia.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan Terhadap Layanan Bisnis?

Kesimpulan

Seiring dengan peningkatan teknologi, perusahaan-perusahaan akan terus didorong untuk berubah ke arah digital. Perusahaan yang bersedia melakukan transformasi digital tentu akan memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk memperoleh kesuksesan daripada mereka yang tidak melakukannya.

Jika Anda belum mengetahui bagaimana untuk melakukannya, Anda tidak perlu khawatir. Saat ini sudah banyak konsultan yang dapat membantu Anda. Salah satu konsultan IT yang dapat Anda andalkan adalah LOGIQUE Digital Indonesia.

LOGIQUE sudah banyak membantu berbagai perusahaan di Indonesia dalam pengembangan proyek-proyeknya. Kami juga berpengalaman dalam pengembangan aplikasi mobile, pembuatan website, pngembnagan sistem CRM, serta mampu melakukan pemasaran digital. Silakan hubungi kami, jika Anda membutuhkan solusi lengkap untuk perkembangan bisnis Anda di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts