5 Jenis Flexible Work Arrangement yang Bisa Diterapkan di Perusahaan

Flexible work arrangement dapat memberikan berbagai keuntungan bagi sebuah perusahaan. Sistem ini dapat menjaga karyawan Anda terhindar dari stress, menjaga work life balance yang baik, bahkan dapat mendorong produktivitas mereka.

Karena adanya pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020, sampai saat ini sudah semakin banyak perusahaan yang menerapkan flexible work arrangement. Perusahaan-perusahaan di berbagai negara dengan cepat beradaptasi terhadap kebijakan lockdown dan menerapkan sistem kerja fleksibel yang memungkinkan karyawannya untuk tetap dapat bekerja meskipun itu dilakukan dari rumah (Work From Home).

Setelah berjalan selama lebih dari 1 tahun, banyak perusahaan yang mulai tertarik untuk terus menerapkan sistem kerja ini di perusahaanya. Mereka menyadari bahwa karyawan tetap dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan baik meskipun mereka bekerja dari rumah. 

Jika perusahaan Anda termasuk salah satu perusahaan yang ingin terus menggunakan sistem kerja tersebut, maka perlu Anda ketahui bahwa saat ini terdapat berbagai jenis flexible work arrangement. Dengan memilih jenis pengaturan kerja yang paling sesuai, maka Anda dapat membuat perubahan besar yang positif untuk perusahaan Anda.

Apa Itu Flexible Work Arrangement?

Flexible work arrangements adalah sistem pengaturan kerja yang memungkinkan karyawan untuk bisa menyesuaikan waktu dan lokasi kerja mereka. Pengaturan ini membuat karyawan dapat memiliki jadwal yang lebih bervariasi. Jadi, karyawan dapat memilih jam berapa mereka mulai bekerja, dimana mereka bekerja, serta kapan mereka akan berhenti bekerja.

Seiring dengan kemajuan teknologi, saat ini pengaturan jadwal kerja yang fleksibel memang sudah semakin populer. Dengan bantuan berbagai teknologi, karyawan tetap dapat terhubung dan bekerja untuk perusahaan Anda meskipun mereka berada di lokasi yang berbeda.

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Flexible Work Arrangement?

Pengaturan kerja ini memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan. Beberapa diantaranya seperti:

  • Perusahaan memiliki kesempatan untuk terus mempertahankan dan memotivasi karyawan yang memiliki kinerja tinggi.
  • Mampu mengurangi ketidakhadiran karyawan.
  • Membantu karyawan untuk tetap bisa mengelola tanggung jawab mereka di luar pekerjaan.
  • Karyawan dapat terhindari dari stress.
  • Menurunkan biaya operasional kantor.
  • Lebih mudah dalam merekrut karyawan.
  • Memiliki karyawan yang lebih produktif.

5 Contoh Flexible Work Arrangement 

1. Telecommuting atau kerja remote

Telecommuting adalah sistem kerja fleksibel yang memungkinkan karyawan untuk bekerja dari jarak jauh. Sistem kerja ini juga dikenal dengan berbagai istilah lain seperti telework, Work From Home (WFH), working remotely (kerja remote), serta work from anywhere (WFA).

Ketika memberlakukan sistem kerja ini, karyawan akan memiliki kesempatan untuk bekerja secara full time atau paruh waktu. Agar karyawan tetap dapat saling terhubung dengan karyawan yang lain, maka para telecommuters (orang-orang yang bekerja dengan sistem telecommuting) akan menggunakan berbagai remote working tools serta sesekali datang kantor jika diperlukan. Oleh karena itu, ketika memberlakukan sistem telecommuting ini biasanya perusahaan akan meminta karyawan untuk tetap tinggal di dalam satu wilayah atau satu kota dengan kantor mereka.   

Jika Anda tertarik untuk mengaplikasikan sistem kerja telecommuting, berikut beberapa contoh posisi yang memungkinkan untuk bekerja dari jarak jauh:

  • Website developer
  • Content writer
  • Accountants
  • Graphic designers
  • Social media specialists

Meskipun saat ini, telecommuting sudah menjadi semakin populer, namun perlu Anda pahami bahwa flexible work arrangements ini tidak cocok untuk semua jenis pekerjaan. Terdapat beberapa profesi yang membutuhkan keberadaan fisik karyawan ketika bekerja sehingga tidak memungkinkan untuk bekerja secara telecommute. Beberapa contoh profesi tersebut seperti penjaga keamanan, penjaga toko fisik, dan lain-lain.

2. Flextime

Flextime (flexible time) adalah flexible work arrangement dimana karyawan dapat memilih jam mulai dan jam selesai bekerja. Jadi, karyawan dapat memilih jam kerja mereka seperti dari pagi hari yaitu pukul 7.30 dan selesai bekerja di sore hari pada pukul 15.30.

Meskipun demikian, ketika memberlakukan sistem ini, perusahaan akan tetap meminta karyawan untuk bekerja selama jam kerja inti (core time) dimana semua karyawan bekerja. Contohnya seperti dengan membuat core time antara pukul 9.00 sampai pukul 15.00. Dengan demikian maka karyawan tetap dapat saling terhubung, berkomunikasi, dan bisa saling berkolaborasi.

Selain itu, biasanya perusahaan juga akan mengharuskan karyawan untuk bekerja dalam jumlah jam tertentu dalam periode tertentu. Contohnya seperti 40 jam dalam periode seminggu. 

Perlu Anda ketahui, flextime dapat membantu karyawan untuk memiliki work life balance yang baik. Dengan sistem ini, karyawan dapat menyesuaikan jam kerja mereka sendiri sehingga tidak bertabrakan dengan keperluan pribadi mereka seperti jadwal menjemput anak-anak, pergi ke gym, dan lain-lain.

flexible work arragement
Sumber: www.freepik.com/pressfoto

Baca Juga: Tipe dan Jenis Aplikasi HRIS Terbaik di Indonesia

3. Compressed workweek

Compressed workweek merupakan sistem pengaturan kerja yang memungkinkan seorang karyawan untuk dapat memenuhi total jam kerja mingguan (40 jam) dalam waktu kurang dari lima hari kerja. Misalnya seperti dengan mengambil 4 hari kerja selama 10 jam untuk setiap harinya. Dengan sistem ini, karyawan akan memiliki jumlah hari libur yang lebih banyak jika dibandingkan dengan sistem kerja tradisional pada umumnya.

Sebelum Anda mengimplementasikan sistem kerja ini, perlu Anda ketahui bahwa compressed workweek memiliki beberapa sisi positif dan negatif. Beberapa diantaranya seperti berikut.

Keuntungan Compressed workweek

  • Karyawan akan memiliki lebih banyak hari untuk beristirahat dari pekerjaan.
  • Karyawan juga memiliki peluang untuk mendapatkan work life balance yang lebih baik.
  • Pengeluaran untuk biaya transport dapat lebih berkurang.

Kekurangan Compressed workweek

  • Jam kerja yang panjang dalam waktu sehari.
  • Tenaga karyawan akan lebih banyak terkuras dalam waktu sehari. 
  • Jam kerja yang lebih lama dapat menyebabkan produktivitas menjadi lebih rendah ketika di penghujung hari.

Beberapa contoh profesi yang biasanya mengambil sistem kerja ini seperti karyawan yang bekerja di bidang pertambangan, manufaktur, layanan kesehatan, dan lain-lain.  

4. Part time

Part time adalah flexible work arrangement dimana karyawan akan bekerja dengan jumlah jam kerja yang lebih sedikit daripada standar jam kerja pada umumnya (40 jam perminggu). Pengaturan kerja fleksibel ini dapat bersifat sementara atau permanen tergantung pada keadaan karyawan itu sendiri. 

Perlu diketahui, bahwa sistem kerja ini biasanya akan dipilih oleh para karyawan yang tidak menginginkan atau tidak bisa bekerja secara full time karena kondisi tertentu. Contohnya seperti seorang karyawan yang masih harus menyelesaikan kuliah, ibu yang mengurus anak-anaknya, karyawan yang memiliki masalah kesehatan, dan lain-lain. Meskipun demikian, ada juga karyawan yang mengambil 2 pekerjaan part time di 2 perusahaan yang berbeda.

Ketika mengaplikasikan sistem kerja ini, biasanya perusahaan akan menerapkan sistem shift. Pergantian shift tersebut kemudian akan dilakukan secara bergilir dengan karyawan part time lainnya.

Jika Anda tertarik dengan sistem kerja ini, perlu Anda pahami bahwa tunjangan yang diperoleh oleh pekerja part time akan berbeda dengan karyawan yang bekerja secara full time. Meskipun demikian, mereka akan tetap berhak memperoleh tunjangan dari perusahaan. 

5. Job sharing

Job sharing adalah salah satu jenis flexible work arrangement dimana terdapat dua orang atau lebih yang berbagi jam kerja serta berbagi tanggung jawab untuk satu posisi full time. Jadi, masing-masing karyawan tersebut dapat dikatakan akan bekerja secara part time.

Job sharing sendiri terdiri dari beberapa model, yaitu:

  • The twin model, yaitu dua karyawan yang berbagi tugas dan beban kerja dari satu posisi full time. Mereka akan mengerjakan tugas yang sama namun dilakukan pada hari atau jadwal yang berbeda.

Contohnya seperti ketika perusahaan membutuhkan dua orang trainer IT untuk bekerja pada jadwal yang berbeda. 

  • The islands model, yaitu dua karyawan yang hanya berbagi satu posisi full time tanpa berbagi beban kerja.

Contohnya seperti ketika sebuah perusahaan membutuhkan dua ahli IT dengan keterampilan yang berbeda.

Perusahaan biasanya akan menawarkan sistem kerja ini ketika mereka membutuhkan dua atau lebih profesi dengan tugas yang tidak terlalu banyak. Agar sistem ini berhasil, maka karyawan harus menyetujui pembagian beban kerja dan waktu. Karyawan juga dapat mengatur waktu kerja mereka menggunakan alat absensi karyawan untuk memastikan bahwa masing-masing karyawan sudah bekerja sesuai dengan porsi jam kerjanya.

Baca Juga: Kerja Shift : Mengenal Kerja 2 Shift & Cara Dokodemo-Kerja Mengoptimalkannya

Kesimpulan

Dari informasi di atas, dapat dipahami bahwa ada banyak pengaturan kerja yang fleksibel untuk karyawan. Jika perusahaan Anda tertarik untuk mengaplikasikannya, maka Anda membutuhkan berbagai persiapan dan strategi agar sistem kerja tersebut dapat bekerja dengan optimal. 

Perusahaan-perusahaan di Indonesia saat ini memang sudah mulai banyak yang menggunakan sistem kerja fleksibel tersebut. Salah satunya adalah LOGIQUE Digital Indonesia. Perusahaan kami mengadopsi budaya kerja modern dimana karyawan diberi kesempatan untuk bekerja secara fleksibel dengan sistem remote working.

Dalam menjaga produktivitas karyawan yang bekerja dengan sistem remote, kami mengeluarkan hr rules yang harus dipatuhi oleh setiap karyawan. Selain itu, kami juga menggunakan aplikasi bernama Dokodemo-kerja yang memiliki berbagai fitur untuk  memantau produktivitas karyawan. Beberapa fitur yang disediakan seperti:

  • Riwayat absensi karyawan
  • Pengajuan cuti
  • Time tracking, dan masih banyak lagi

Anda dapat membaca informasi lebih lnjut mengenai Dokodemo-Kerja di sini:

Fitur Baru Dokodemo-Kerja 2.1.3: Pengelolaan Keterlambatan, Cuti, & Absensi yang Mudah

Aplikasi Dokodemo-Kerja dapat menjadi solusi terbaik bagi perusahan-perusahaan yang ingin menerapkan flexible work arrangement. Jika Anda tertarik untuk mencoba aplikasi ini, silakan Hubungi LOGIQUE!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts