8 Hal Ini Perlu Anda Perhatikan Ketika Membuat Website E-Commerce

Ketika membuat website e-commerce terdapat berbagai hal yang perlu Anda perhatikan seperti teknologi yang akan dipergunakan, konten yang perlu disediakan, dan lain-lain. Hal tersebut penting untuk dipikirkan agar web e-commerce yang Anda buat memiliki konsep yang matang dan sukses di pasaran.

Membuat website e-commerce merupakan keputusan yang tepat agar bisnis Anda tetap dapat bersaing di era digital ini. Meskipun demikian, keberhasilan situs e-commerce tidak hanya tergantung pada kualitas produk yang Anda jual saja. Terdapat berbagai faktor yang perlu Anda perhatikan agar web e-commerce dapat menghasilkan lebih banyak penjualan. 

Seperti yang kita ketahui, saat ini kebiasaan orang ketika berbelanja sudah banyak mengalami perubahan. Karena mudahnya akses internet serta hadirnya situs web e-commerce, orang-orang lebih menyukai untuk berbelanja online. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini dimana orang-orang dihimbau untuk tetap berada di rumah.

layanan logique

Jenis-jenis Model Bisnis E-Commerce

E-commerce adalah transaksi jual beli layanan dan barang yang dilakukan melalui media elektronik internet. Sebelum mengembangkan web e-commerce, Anda perlu memahami bahwa terdapat beberapa jenis bisnis E-commerce, yaitu:

1. B2C – Business to Consumer

Bisnis B2C adalah model bisnis yang terjadi antara perusahaan atau penjual produk / layanan dengan konsumen akhir. Jadi, apapun yang konsumen beli di web ecommerce merupakan bagian dari transaksi B2C. Contoh website e-commerce b2c adalah Amazon, eBay, dan Alibaba. 

2. B2B – Business to Business

Dalam model bisnis B2B, transaksi dilakukan oleh suatu bisnis dengan bisnis yang lain. Jadi, sebuah bisnis menjual produk atau layanannya ke bisnis lain. Beberapa contoh bisnis B2B adalah Salesforce dan HubSpot.

3. C2B – Consumer to business

Pada model bisnis e-commerce C2B ini, konsumen atau pengusaha perorangan dapat menjual produk atau layanan mereka ke bisnis. Contoh website yang menerapakan model bisnis C2B seperti www.istockphoto.com dimana di dalamnya terdapat stock foto, gambar, atau elemen untuk kebutuhan desain di perusahaan. 

4. C2C – Consumer to Consumer

C2C merupakan model bisnis dimana konsumen dapat menjual produk atau layanan ke konsumen yang lain. Di Indonesia, banyak web e-commerce yang menerapkan model bisnis ini. Beberapa diantaranya seperti Tokopedia atau Shopee. 

membuat website e-commerce
Sumber: Freepik.com

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Membuat Website E-Commerce

1. Mobile-Friendly Website

Saat ini sebagian besar konsumen akan melakukan aktivitas berbelanja online melalui perangkat smartphone mereka. Jadi, Anda dapat kehilangan banyak peluang untuk menghasilkan lebih banyak penjualan jika situs web e-commerce Anda tidak dioptimalkan untuk perangkat seluler.  Oleh karena itu, ketika membuat website e-commerce Anda harus memastik bahwa situs tersebut sudah mobile friendly. 

Selain itu, Google sebagai search engine terbesar saat ini juga sudah menginformasikan bahwa mereka akan lebih memprioritaskan web yang mobile friendly untuk diberikan peringkat. Anda tentu tidak ingin jika di halaman pencarian, web Anda tertutup oleh web lain. Oleh karena itulah, pastikan bahwa web yang Anda kembangkan ramah untuk pengguna perangkat seluler. 

2. Sediakan halaman Frequently Asked Questions (FAQ)

Seorang user mungkin akan memiliki beberapa pertanyaan ketika pertama kali mengunjungi situs web Anda seperti bagaimana cara registrasi, bagaimana cara mengubah nama akun, bagaimana metode pembayaran yang disediakan, atau pertanyaan-pertanyaan yang lain. Jika users kesulitan dalam mengoperasikan website serta tidak menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, user akan keluar dari website Anda dan beralih ke kompetitor yang lain.

Untuk menghindari hal tersebut terjadi, sebaiknya Anda menyediakan halaman Frequently Asked Questions (FAQ). Cara terbaik untuk menyusun halaman FAQ adalah dengan mengumpulkan semua pertanyaan yang sering diajukan oleh pembeli kemudian menyediakan jawaban atas FAQ tersebut dengan jelas namun tetap sederhana. 

Selain dapat membantu user, menyediakan halaman FAQ dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pelanggan. Halaman FAQ juga bisa menghemat waktu Anda karena Anda tidak lagi perlu menghabiskan banyak waktu untuk membalas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan user melalui email. Users cukup membuka halaman FAQ dan mereka dapat dengan mudah menemukan jawaban atas pertanyaan yang muncul ketika mengoperasikan web Anda. 

Baca Juga: Tips Web Desain E-Commerce untuk Meningkatkan Penjualan

3. Keamanan website

Website e-commerce akan menjadi platform untuk melakukan transaksi secara online sehingga data pribadi pelanggan akan tersimpan di dalamnya.  Oleh karena itu, ketika Anda membuat website e-commerce, Anda harus memperhatikan sisi keamanan website. 

Untuk menjaga kerahasiaan data tersebut, Anda harus memprioritaskan keamanan website Anda. Jangan sampai website Anda memiliki sistem keamanan yang lemah sehingga rentan untuk diserang oleh para cyber hacker.

Untuk memastikan sistem keamanan web cukup baik, terdapat beberapa hal yang bisa Anda lakukan seperti :

  • Gunakan SSL certificates

SSL adalah singkatan dari Secure Socket Layer. Jika Anda menggunakannya, url website Anda akan berubah menjadi HTTPS. Dengan menggunakan HTTPS, komunikasi browser ke server dan server ke server akan dienkripsi sehingga data yang dikirim akan menjadi lebih aman.

  • Menggunakan Web Application Firewall (WAF)

WAF ini akan berfungsi sebagai gatekeeper yang akan memblokir dan menolak akses ketika menemukan lalu lintas yang mencurigakan atau lalu lintas yang memiliki indikasi sebagai ancaman keamanan.

  • Autentikasi dua faktor 

Autentikasi dua faktor atau two factor authentication (2FA) dapat Anda gunakan sebagai  lapisan keamanan tambahan selain password dan username. Sistem autentikasi ini memastikan keamanan akun pelanggan Anda.

  • Rutin melakukan penetration testing

Penetration testing atau yang biasa disingkat menjadi pentest adalah pengujian yang dilakukan oleh tim IT security (pentester) untuk mengetahui tingkat keamanan web ecommerce Anda. Dengan melakukan pentest, Anda dapat mengetahui kelemahan atau kerentanan yang ada pada sistem sehingga perbaikan dapat segera dilakukan. Pentest akan menjauhkan web e-commerce Anda dari serangan para cyber hacker.

4. Beragam opsi pembayaran

Jika Anda ingin menghasilkan lebih banyak penjualan, maka Anda harus menyediakan beberapa opsi pembayaran di dalam situs e-commerce. Saat ini sudah terdapat beragam metode pembayaran yang bisa Anda sediakan seperti transfer bank, paypal, atau bahkan COD. Jika Anda ingin menyediakan metode transfer bank, maka sediakan beberapa pilihan rekening dari bank yang berbeda.

Dari berbagai metode yang tersedia, Anda dapat memilih metode pembayaran yang paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan Anda. Selain itu, pastikan juga bahwa sistem pembayaran yang Anda sediakan aman untuk digunakan. 

5. Review Pelanggan

Review pelanggan harus Anda sediakan di dalam web e-commerce karena 9 dari 10 konsumen akan membaca review terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Selain itu, halaman produk yang menyediakan ulasan pelanggan di dalamnya dapat menghasilkan konversi 3.5 kali lebih banyak daripada halaman produk yang tidak memiliki ulasan pelanggan. (Sumber: id.oberlo.com)

Sediakan ulasan pelanggan yang real dan jujur. Anda tidak perlu khawatir dengan ulasan negatif karena terkadang hal tersebut dapat memberi dampak positif untuk bisnis Anda. Produk tanpa ulasan negatif dianggap telah disensor dan pembeli akan menganggap ulasan yang Anda tampilkan adalah  palsu.

6. Related item

Mungkin Anda sudah sering melihat halaman produk dengan informasi “Anda mungkin juga menyukai produk ini” ketika sedang berbelanja di situs e-commerce. Web e-commerce besar rata-rata memang sudah menyediakan fitur untuk menampilkan related item pada halaman produk mereka agar pelanggan dapat melihat lebih banyak produk yang ditawarkan. 

Item terkait yang direkomendasikan tidak hanya membantu Anda untuk menjual lebih banyak produk namun juga membuat pembeli tahu bahwa Anda memahami apa kebutuhan mereka. Dengan menyediakan fitur ini, Anda dapat meningkatkan pengalaman pengguna yang menyenangkan sehingga pelanggan akan terus menelusuri halaman produk Anda.

7. Foto dan Video produk yang berkualitas

Salah satu kelemahan terbesar dari berbelanja secara online adalah keterbatasan untuk melihat dan merasakan produk secara langsung. Oleh karena itu, untuk mendorong pelanggan agar segera melakukan pembelian maka Anda harus menyediakan gambar atau video berkualitas yang dapat merepresentasikan kualitas produk Anda. 

Agar lebih menonjol dibandingkan kompetitor, Anda juga bisa menyediakan gambar produk yang interaktif seperti mengaplikasikan teknologi AR atau dengan 360° photo.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari builderfly.com, sekitar 63% konsumen menyatakan bahwa penggunaan teknologi AR dapat meningkatkan pengalaman berbelanja dan 35% pembeli online menyatakan bahwa AR telah memaksa mereka untuk berbelanja lebih sering. Selain itu, sekitar 22% users menyatakan bahwa jika AR tersedia di banyak web e-commerce, maka toko fisik menjadi tidak menarik lagi. Salah satu contoh perusahaan besar yang menggunakan teknologi ini adalah IKEA.

Selain menggunakan teknologi AR, Anda juga bisa menggunakan 360° photo. Produk yang ditampilkan dengan foto 360 derajat akan terlihat lebih realistis daripada foto 3D. Dengan 360° photo, Anda dapat menampilkan produk dari berbagai sudut.

Meskipun demikian, ketika Anda menggunakan konten-konten interaktif, Anda juga harus memastikan bahwa performa web sangat baik sehingga konten dapat ditampilkan dengan cepat. 

8. Informasi pengiriman barang

Kesalahan yang dilakukan banyak pedagang adalah tidak membuat informasi pengiriman dengan jelas. Ada beberapa alasan yang membuat pembeli mengurungkan niatnya untuk berbelanja di web ecommerce Anda salah satunya seperti karena harga pengiriman yang cukup mahal. 

Oleh karena itu, jika Anda memiliki promo gratis ongkos kirim, Anda harus menginformasikannya dengan jelas kepada pelanggan. Pastikan mereka mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan benefit gratis biaya pengiriman tersebut. 

Selain itu, Anda juga sebaiknya menyediakan fitur dimana pembeli dapat melacak barang yang mereka pesan langsung dari web Anda. Dengan demikian, pembeli akan lebih mempercayai layanan Anda. 

Baca Juga: Mengapa E-Commerce Membutuhkan Progressive Web Application?

Kesimpulan

Ketika membuat website e-commerce, Anda harus memastikan bahwa fitur-fitur yang disediakan dapat membawa dampak positif bagi penjual ataupun pembeli. Oleh karena itulah, Anda membutuhkan jasa pembuatan web e-commerce profesional yang mampu mengeksekusinya proses pengembangan web dengan sangat baik.

Salah satu perusahaan web developer yang bisa Anda percaya untuk membuat website e-commerce adalah LOGIQUE Digital Indonesia. Kami sudah mengembangkan beberapa website e-commerce yang disesuaikan dengan target market Indonesia. Kami juga bisa mengembangkan web e-commerce dengan teknologi Progressive Web Application (PWA) yang mampu meningkatkan konversi lebih tinggi. 

Anda dapat mengunjungi halaman studi kasus LOGIQUE untuk melihat beberapa website yang sudah kami kembangkan. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan ini, silakan hubungi kami. Tim LOGIQUE akan dengan senang hati membantu Anda.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts