Panduan Scrum Part 2 : Siapa Saja yang Menjadi Anggota Scrum Team ?

Sumber: pixabay.com/@Alexas_Fotos

Pada panduan Scrum kali ini kita akan mengulas siapa anggota Scrum Team. Sebelumnya, kita sudah mengulas pengertian Scrum, teori-teori yang dipergunakan, serta nilai-nilai yang ada di dalamnya. Di artikel kali ini, kami akan melanjutkan Panduan Scrum Part 2.

Anda dapat membaca terlebih dahulu panduan Scrum bagian pertama agar Anda memiliki gambaran mengenai apa itu Scrum. Detail penjelasannya dapat Anda baca di sini :

Panduan Scrum Part 1 : Apa itu Scrum? (Pengertian, Teori, dan Nilai-nilai di Dalamnya)

Sekedar untuk mengingatkan, Scrum merupakan suatu kerangka kerja atau framework yang dipergunakan oleh sebuah perusahaan atau pun tim untuk menghasilkan suatu nilai melalui solusi adaptif dalam menangani masalah yang kompleks. Kerangka kerja ini dipergunakan untuk kolaborasi tim untuk mengelola produk yang kompleks.

Salah satu perusahaan yang banyak mempergunakan Scrum dalam manajemen produk adalah perusahaan software developer. Perusahaan ini akan membentuk sebuah tim yang berisi beberapa anggota dengan peran dan tugasnya masing-masing.

Seperti istilah Scrum yang digunakan pada permainan Rugby, para pemain akan membentuk posisi dan saling menyatukan kepala untuk menguasai bola. Demikian juga dengan kerangka kerja Scrum, para anggota akan saling menyatukan pikiran untuk memecahkan suatu permasalahan kompleks.

Lalu siapa saja anggota Scrum Team tersebut? Bagaimana peran dan tanggung jawab dari masing-masing anggota? Berikut penjelasannya berdasarkan panduan Scrum di Scrumguide.org

Scrum Team

Unit fundamental dari Scrum adalah sebuah tim kecil yang terdiri dari beberapa orang di dalamnya yang dikenal dengan istilah Scrum Team. Di dalam Scrum team ini, akan ada beberapa peran yang mengisi yaitu seorang Scrum Master, seorang Product owner, dan para developer atau pengembang. Meskipun dalam proses pengembangan produk, anggota tim memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, namun mereka akan saling bekerja sama untuk mencapai Product Goal yang sudah ditentukan.

Perlu Anda ketahui, Scrum Team adalah tim yang cross-functional. Artinya, masing-masing anggota memiliki semua keterampilan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan di setiap Sprint.

Selain itu, mereka juga Self-organization. Mereka harus bisa mengatur atau mengelola diri sendiri. Jadi, secara internal mereka dapat memutuskan siapa, kapan, dan bagaimana menyelesaikan suatu pekerjaan.

layanan logique

Ukuran Scrum Team

Lalu seberapa besar ukuran tim ini? Scrum Team adalah tim yang gesit dan mampu menyelesaikan tugas-tugas penting. Idealnya, anggota tim akan terdiri dari 10 anggota atau kurang.

Tim yang berukuran kecil dianggap lebih produktif serta memiliki komunikasi yang baik. Jika anggotanya terlalu besar, maka dibutuhkan pengaturan ulang yaitu dengan memecah Scrum Team menjadi beberapa tim yang kohesif serta memiliki fokus pada pengembangan produk yang sama. Oleh karena itulah, tim harus saling berbagi Product Goal, Product Backlog, dan Product Owner yang sama.

Baca Juga: Mau Gabung Apple Developer Academy? Ini Syarat dan Keuntungannya

Apa Saja yang Menjadi Tanggung Jawab dari Scrum Team?

Scrum team bertanggung jawab untuk semua aktivitas yang berhubungan dengan pengembangan produk seperti berkolaborasi dengan stakeholder, maintenance, pengoperasian, research, development, dan masih banyak lagi. Seluruh tim juga harus bertanggung jawab untuk menciptakan perbaikan yang berguna dan berharga untuk setiap sprintnya. 

Secara spesifik Scrum Team akan diisi oleh tiga peran utama, yaitu Developers, Product Owner, dan Scrum Master. Berikut penjelasan untuk masing-masing peran :

Developers

Developers adalah anggota Scrum Team yang bertugas untuk menciptakan aspek-aspek Increment (peningkatan) yang berguna di setiap Sprint.

Increment dalam Scrum berarti jumlah dari semua item Product Backlog yang harus diselesaikan selama Sprint berjalan. Pada akhir Sprint, increment harus memenuhi definisi “selesai” yang sebelumnya ditentukan oleh Scrum Team. 

Dalam proyek pengembangan perangkat lunak, biasanya developers yang dimaksud adalah para programmers. Meskipun demikian, developers juga dapat mencakup writers, designer, dan lain-lain. 

Karena dapat diisi oleh beberapa profesi maka keterampilan yang dibutuhkan oleh developers cukup luas dan bervariasi. Namun secara garis besar, developers akan selalu bertanggung jawab pada beberapa hal, seperti : 

  • Membuat plan untuk setiap Sprint Backlog
  • Menyesuaikan plan dengan Sprint Goal setiap hari
  • Secara berangsur-angsur meningkatkan kualitas pada produk yang dikembangkan dengan tetap mengikuti definisi “selesai” yang sudah ditetapkan.
  • Saling bekerjasama dengan yang lain dalam pengembangan produk

Untuk menjadi tim developers, maka dibutuhkan skill untuk bisa self-organizing serta memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk memberikan increment. 

Product Owner

Product Owner adalah orang yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan oleh Scrum Team memiliki value atau nilai yang maksimal. Oleh karena itu, seorang Product Owner biasanya akan memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai kebutuhan bisnis dan kebutuhan teknis. 

Selain itu, seorang Product Owner juga bertanggung jawab untuk mengelola Product Backlog yang efektif, yaitu meliputi :

  • Menentukan Product Goal dan menjelaskannya secara eksplisit
  • Membuat dan menyampaikan item-item Product Backlog dengan jelas
  • Order item Product Backlog
  • Memastikan Product Backlog transparan, visible, dan dapat dipahami dengan baik

Product owner dapat menghandle tugas-tugas di atas seorang diri atau meminta anggota tim lain untuk mengerjakannya. Meskipun demikian, tugas-tugas tersebut akan tetap menjadi tanggung jawab dari seorang Product Owner.

Idealnya, dalam sebuah tim hanya akan memiliki 1 orang Product Owner yang akan bertanggung jawab penuh. Karena jika mempunyai multiple Product Owner maka pembagian tanggung jawab diantara mereka akan menjadi tidak jelas. 

Agar proses pengembangan produk dapat berjalan dengan baik, maka anggota tim harus menghormati apa yang sudah menjadi keputusan Product Owner. Di dalam Scrum Team, Product Owner memang memiliki peran yang penting karena posisi inilah yang akan mewakili berbagai kebutuhan dari para stakeholders yang kemudian akan dijabarkan dalam Product Backlog.

Jadi, ketika ada anggota tim yang ingin melakukan suatu perubahan pada item Product Backlog, maka mereka harus meminta persetujuan dari Product Owner terlebih dahulu. 

Jika Anda tertarik untuk berada di posisi ini, maka terdapat beberapa keterampilan yang perlu dikuasai, seperti :

  • mampu memahami dengan baik apa saja yang menjadi kebutuhan dari para stakeholders
  • dapat menciptakan visi proyek yang powerfull
  • mengetahui dan memahami prioritas yang dibutuhkan untuk setiap item Product Backlog 

Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Pengembangan Sistem CRM

scrum team
Sumber: pixabay.com/@Alexas_Fotos

Scrum Master

Scrum Master adalah orang yang bertanggung jawab untuk mendukung penggunaan Scrum yang baik di dalam tim. Mereka akan menjalankan tugas tersebut dengan cara membantu masing-masing anggota untuk dapat memahami bagaimana teori dan praktek yang harus dijalankan.

Selain itu, efektivitas dari Scrum Team juga menjadi tanggung jawab Scrum Master. Oleh karena itulah, Scrum Master akan berusaha memikirkan bagaimana pelaksanaan kerangka kerja Scrum yang terbaik untuk anggotanya.

Master scrum yang baik memang akan berkomitmen pada pondasi dan nilai-nilai yang ada pada Scrum. Meskipun demikian, mereka dapat tetap fleksibel dan terbuka untuk hal-hal yang berguna bagi tim untuk meningkatkan workflow mereka.

Scrum Master Sebagai Servant Leaders 

Scrum Master dikenal sebagai servant leaders yaitu pemimpin yang melayani Scrum Team dan perusahaan. Mereka akan melayani tim dengan beberapa cara. Berikut beberapa contohnya.

Layanan Scrum Master untuk Scrum Team :

  • Melatih anggota tim dalam pengelolaan mandiri (self-management) dan keterampilan lintas fungsi (cross-functionality).
  • Membantu Scrum Team untuk bisa fokus kepada increments bernilai tinggi yang dapat memenuhi definisi “Selesai”.
  • Scrum Master akan membantu mengatasi hambatan atau masalah yang muncul demi kemajuan Scrum Team.
  • Scrum Master juga akan memastikan bahwa semua Scrum Event dapat berjalan dengan baik.

Layanan Scrum Master untuk Product Owner :

  • Menemukan teknik terbaik untuk menentukan Product Goal serta manajemen Product Backlog
  • Membantu Scrum Team untuk memahami perlunya Product Backlog item yang jelas dan padat
  • Membantu menetapkan product planning untuk complex environment
  • Scrum Master akan memfasilitasi jika ada kolaborasi yang dibutuhkan dengan stakeholder

Layanan Scrum Master untuk Perusahaan :

  • Memimpin, melatih, dan membimbing bagaimana cara dan penerapan Scrum yang baik di dalam perusahaan
  • Merencanakan dan memberi nasihat mengenai implementasi Scrum di perusahaan
  • Membantu karyawan dan para stakeholders untuk dapat memahami dan menerapkan pendekatan empiris untuk pekerjaan yang kompleks. Pendekatan empiris sendiri berarti pendekatan yang diperoleh dari observasi atau berdasarkan pada hal-hal yang sudah diamati sebelumnya.
  • Scrum Master akan mengatasi masalah atau hambatan yang muncul di antara stakeholders dan Scrum Teams.

Scrum Master berbeda dengan project manager atau project leader. Mereka tidak hanya memimpin tim namun juga melayani serta membantu tim untuk dapat mengikuti nilai-nilai Scrum dan beradaptasi dengan lingkungannya. Untuk menjadi seorang Scrum Master maka Anda harus mempelajari dan memahami teori, nilai-nilai, events, artifacts, serta team roles untuk kerangka kerja Scrum.

Forbes.com menginformasikan bahwa menurut buku Leadership: Theory and Practice, Servant Leadership memiliki 10 karakter kepemimpinan yang dibutuhkan. Karakter tersebut adalah mau mendengarkan, berempati, healing, awareness, persuasion, konseptualisasi, memiliki pandangan ke depan, stewardship, berkomitmen untuk membantu pertumbuhan orang, dan membangun komunitas. Jadi, jika Anda berminat untuk bekerja sebagai Scrum Master, maka karakter-karakter tersebut harus ada di dalam diri Anda.

Kesimpulan

Membangun dan mengelola Scrum Team mungkin memang akan terlihat sulit pada awalnya. Namun jika Anda sudah memahaminya, tim ini dapat dikelola dengan baik untuk menghasilkan produk yang bernilai.  Selain itu, tim ini juga dapat membantu perusahaan Anda untuk mengerjakan pengembangan produk yang kompleks. 

Itu dia penjelasan yang dapat kami sampaikan untuk Panduan Scrum Part 2. Dengan artikel ini, kami harap Anda dapat lebih memahami bagaimana anggota tim Scrum bekerja dalam sebuah proyek. Di artikel berikutnya, kami akan mengulas informasi lain yang berkaitan dengan kerangka kerja Scrum yaitu Scrum Event.

Jika Anda tertarik untuk mengembangkan produk-produk digital seperti website, aplikasi Android/iOS, sistem PWA, atau pun sistem CRM, Anda dapat berkonsultasi dengan LOGIQUE. Kami memiliki tim developer profesional dan terampil yang akan selalu siap membantu perusahaan Anda. Klik Hubungi LOGIQUE!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts