Manfaat Wireframe Website dan Tools yang Sering Digunakan

Source by Unsplash

Desain bagi sebuah website adalah hal yang sangat penting. Karena itu, proses pembuatan desain suatu website atau aplikasi sangat lama. Desain website atau aplikasi bagi developer sering disebut juga wireframe. Lalu bagaimana cara membuat wireframe website dan berapa lama prosesnya?

Sebelum Anda mengetahui proses pembuatan wireframe website, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai konsep dari wireframe itu sendiri, manfaat, hingga tools wireframe website terbaik yang sering digunakan oleh para web designer profesional.

Pengertian Wireframe

Wireframe merupakan suatu istilah di dunia pembuatan dan pengembangan website. Wireframe sendiri adalah tahapan awal dalam merancang user interface halaman website atau istilah lain adalah kerangka dasar pembuatan desain halaman website.

Di dalam wireframe, terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan, yaitu header, banner, content, footer, dan beberapa komponen lainnya. Adapun proses pembuatan wireframe dalam dunia web developer disebut dengan wireframing.

Di dalam proses wireframing, Anda akan dapat mengatur seluruh komponen di dalamnya sesuai dengan tata letak yang Anda inginkan. Biasanya orang yang melakukan proses wireframing disebut dengan UI Designer yang bertanggung jawab untuk membuat halaman website menjadi menarik.

Meski mempunyai tanggung jawab penuh dalam pembuatan halaman website, namun seorang UI Designer tetap akan berdiskusi dengan tim development atau klien terkait untuk menerima masukan dan usulan untuk pembuatan kerangka dasar. Oleh UI Designer, kerangka dasar tersebut akan dibuatkan menjadi desain visual sehingga tampilannya lebih rapi dan user friendly.

Dalam tampilannya, wireframe hanya mempunyai bentuk garis dan kotak saja tanpa warna dan gambar. Selain itu, tulisan yang terdapat pada wireframe juga tampak sederhana seperti coretan pada kertas biasa. Hal ini cukup wajar, karena yang diutamakan dalam hal ini hanya sebuah gambar rancangan untuk halaman website saja.

Di beberapa website, dokumentasi mengenai wireframe tentunya akan berbeda satu sama lain, mengingat kebutuhan antara satu website dengan website lainnya berbeda-beda.

Baca Juga: 7 Tools Terbaik untuk Membuat Desain Aplikasi Seluler

Komponen Wireframe Website

Seperti dijelaskan sebelumnya, wireframe website mempunyai beberapa komponen yang perlu diperhatikan saat prosesnya, antara lain yaitu:

Layout Utama

Layout Utama merupakan komponen wajib dan dasar dalam sebuah pembuatan wireframe. Biasanya tampilan layout utama berupa kotak yang diatur sedemikian rupa sehingga sesuai tata letak sebuah halaman website yang diinginkan. Pada tampilan ini, terdapat beberapa bagian yang perlu Anda ketahui, yaitu header, navigasi, body, dan letak sidebar.

Interface

Interface merupakan salah satu komponen wireframe yang kaitannya erat dengan user experience, seperti button, font size, judul, logo dan beberapa hal lainnya.

Navigasi

Merupakan komponen wireframe website yang berfungsi untuk mengarahkan pengunjung untuk menjelajahi website dengan mudah. Biasanya, komponen ini menggunakan beberapa simbol, seperti tanda panah, menu dan berbagai simbol lainnya.

Informasi

Komponen ini merupakan komponen utama dan wajib yang harus Anda perhatikan karena menyangkut dengan informasi yang ingin Anda sampaikan kepada audiens atau pengunjung website Anda. Beberapa contoh yang termasuk ke dalam komponen informasi, seperti thumbnail. Paragraf, input, link, dan beberapa hal lainnya.

Komponen Tambahan

Selain beberapa komponen di atas, terdapat juga komponen tambahan yang dapat dimasukkan ke dalam wireframe sesuai dengan kebutuhan dan jenis website tersebut. Beberapa komponen tambahan tersebut antara lain, seperti fitur, cek resi, form pemesanan, dan beberapa komponen lainnya.

Manfaat Wireframe Website

layanan logique

Memberikan Gambaran Website Sejak Awal

Melalui wireframe, Anda tidak perlu menunggu waktu lama untuk mengetahui bagaimana tampilan dari website tersebut serta tidak perlu menunggu waktu lama untuk mengetahui desain dari halaman website Anda.

Baca Juga: 4 Prototyping Tools yang Berguna untuk UI UX Desainer

Menghemat Waktu

Dengan wireframe, maka waktu pembuatan website pun akan jauh lebih berkurang dibandingkan tanpa menggunakan wireframe. Hal ini terjadi karena perubahan desain akan jauh lebih mudah untuk dilakukan ketika masih berupa konsep. Sebab, jika telah masuk ke dalam proses coding, maka akan diperlukan waktu yang cukup lama untuk menggantinya lagi.

Proses Pengembangan Lebih Terstruktur

Melalui wireframe, Anda akan mempunyai dokumentasi mengenai website Anda sehingga ketika Anda ingin mengembangkan website Anda, maka sudah ada gambaran mengenai hal apa yang perlu Anda kembangkan dari website Anda.

Mudah Berkoordinasi

Saat masih berupa wireframe, tentu akan memudahkan Anda dalam berkoordinasi dengan klien ketika ingin mengembangkan website tersebut. Hal ini karena seluruh proses pengerjaan dan pengembangan website berdasarkan pada kerangka dasar yang telah dibuat sebelumnya.

Jenis Wireframe

Secara umum, wireframe terbagi menjadi tiga jenis jika dilihat dari detail kerangka desain yang telah dibuat, antara lain yaitu:

Low-fidelity

Merupakan wireframe dengan desain yang paling sederhana dibandingkan dengan jenis wireframe lainnya. Pada umumnya, jenis wireframe ini masih sangat kasar bentuknya, dimana skala, kisi, serta akurasi pikselnya tidak beraturan. Untuk membuat wireframe jenis ini, Anda dapat menggunakan media kertas dan pensil.

Middle-fidelity

Merupakan jenis wireframe yang sering digunakan. Biasanya, wireframe jenis ini mempunyai tampilan layout yang lebih akurat meski belum menampilkan gambar. Di dalam wireframe ini, telah terlihat perbedaan ukuran teks sehingga sudah terlihat dengan jelas antara judul dan konten. Selain itu, jenis wireframe ini juga telah menampilkan warna yang berbeda.

High-fidelity

Merupakan jenis wireframe yang paling spesifik di antara jenis wireframe lainnya. Pada wireframe ini, kerangka desain telah menggunakan gambar dan tulisan dari konten yang sebenarnya. Bukan hanya itu saja, wireframe jenis ini juga telah dilengkapi dengan menu interaktif di dalam desainnya.

Tools Pembuatan Wireframe

wireframe
Photo by CardMapr on Unsplash

Dalam pembuatan wireframe, diperlukan beberapa tools sebagai alat penunjang yang akan memudahkan Anda saat membuat wireframe. Nah, berikut ini adalah beberapa tools yang Anda butuhkan, 

1. Mockflow

Merupakan salah satu software desain untuk pembuatan wireframe yang sering digunakan oleh para web developer profesional. Tools ini mempunyai fitur khusus yang diberi nama WireframePro, dimana fitur ini membantu Anda dalam membuat sebuah wireframe dengan menggunakan visualisasi secara langsung.

2. Mockingbird

Merupakan software pembuat wireframe yang mudah sekali digunakan bahkan oleh pemula sekalipun karena fitur drag and drop yang terdapat di dalamnya. Selain itu, tampilan yang user friendly semakin memudahkan Anda dalam membuat desain web yang original dan menarik.

3. Balsamiq

Di antara tools pembuat wireframe lainnya, balsamiq adalah tools yang paling populer dan paling banyak digunakan. Tools ini mempunyai beberapa versi, yaitu versi desktop dan versi web-basednya. Karena media penyimpanan dilakukan secara online, maka Anda dapat mengakses hasil wireframe dimanapun dan kapan pun. Selain itu, dengan adanya fitur collaborative editing, membuat Anda menjadi lebih mudah dalam membuat kerangka desain.

Itulah beberapa informasi mengenai manfaat wireframe serta tools yang dapat membantu Anda dalam pembuatan wireframe website.

Jika Anda memerlukan jasa pembuatan website atau membuat wireframe website, Anda dapat menghubungi PT Logique Digital Indonesia. Kami akan dengan senang hati membantu Anda dalam mengembangkan bisnis Anda karena kami memiliki para profesional yang bekerja dalam pembuatan dan pengembangan website.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts