Pengertian JavaScript, Keuntungan dan Kekurangan Menggunakannya

Photo by Pankaj Patel on Unsplash

Selama ini banyak dari segelintir orang yang mendefinisikan pengertian JavaScript serta keunggulannya yang tidak sesuai dengan arti sebenarnya. Seperti diketahui, JavaScript sendiri adalah bahasa pemrograman terpopuler yang sering digunakan untuk pembuatan dan pengembangan website.

Bagi seorang programmer profesional, nama JavaScript tentu sudah tidak asing lagi di telinga mereka mengingat sangat populernya bahasa ini selain HTML dan CSS. Lalu bagaimana definisi dan pengertian JavaScript menurut para ahli IT.

Pengertian JavaScript Menurut Para Ahli

Menurut Mac Bride (2007) dalam bukunya berjudul, Java Script, disebutkan bahwa JavaScript adalah bahasa pemrograman berbasis browser, dimana seluruh kodenya ditulis langsung ke dalam HTML dari halaman-halaman web yang kemudian diterjemahkan dan dieksekusi sebagai respon dari seluruh aktivitas yang terjadi pada halaman web.

Menurut Deitel (2012) dalam bukunya berjudul C How to Program, menyebutkan bahwa JavaScript merupakan bahasa naskah yang sering digunakan untuk menambah program pada suatu halaman website sebagai contoh animasi dan interaksi dengan pengguna dan dapat digunakan di seluruh web browser.

Menurut William & Sawyer (2011) dalam bukunya berjudul Using Information Technology: A Practical Introduction to Computers & Communications menyebutkan bahwa JavaScript merupakan bahasa naskah berorientasi objek yang digunakan pada web browser dengan menambahkan beberapa fungsi interaktif di halaman web.

Sedangkan menurut beberapa website, berikut ini adalah beberapa pengertian JavaScript yang diambil dari beberapa sumber.

Pengertian JavaScript menurut Wikipedia adalah merupakan sebuah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dinamis, mudah untuk diketik, prototipe berbasis serta multi-paradigma.

Sedangkan menurut Mozilla.org, JavaScript merupakan salah satu program yang memudahkan Anda dalam mengimplementasi beragam hal rumit pada sebuah website.

Baca Juga: Apa itu Javascript ? Apa Saja Kegunaannya bagi Developer?

Menurut situs website Technopedia.com, JavaScript adalah bahasa scripting yang sering digunakan untuk membuat dan mengembangkan sebuah website. Pada umumnya, bahasa ini sering digabungkan dengan bahasa pemrograman lainnya, seperti HTML dan CSS.

Sedangkan situs web Computer Hope.com menjelaskan bahwa JavaScript adalah bahasa skrip yang ditafsirkan oleh seorang desainer web yang mempunyai kemampuan untuk memasukkan kode ke dalam suatu halaman web.

Sejarah JavaScript

Bahasa pemrograman JavaScript diperkenalkan pertama kali oleh seorang karyawan Netscape, bernama Brendan Eich pada tahun 1995 silam. Pada saat itu, Netscape adalah sebuah perusahaan software ternama dengan web browser terkemuka milik mereka yang bernama Netscape Navigator.

JavaScript sendiri dibuat karena ketidaksengajaan, sebab pada awalnya Brendan Eich diminta membuat sebuah bahasa scripting seperti Java yang dapat diterapkan pada sebuah browser. Menanggapi hal itu, dirinya pun akhirnya membuat sebuah bahasa pemrograman terbaru bernama Mocha yang fitur-fiturnya berasal dari Java, Schema dan Self. Mocha dibuat hanya dalam waktu 10 hari saja mengingat waktu yang mepet dengan peluncuran Netscape Navigator versi ke-2.

Seiring berjalannya waktu, nama Mocha berubah menjadi LiveScript. Hingga akhirnya Netscape bekerja sama dengan Sun atau saat ini dikenal dengan Oracle, pemegang lisensi Java yang kemudian mengubah LiveScript menjadi JavaScript yang kita kenal seperti sekarang.

JavaScript sendiri merupakan salah satu dari bagian World Wide Web atau yang lebih sering dikenal dengan WWW atau lebih familiar dengan sebutan internet.

Di dalam WWW, Anda akan menemukan tiga bahasa pemrograman, yaitu HTML, CSS, dan JavaScript. HTML (Hypertext Markup Language) berfungsi untuk menambahkan konten atau data ke dalam web, sedangkan Cascading Style Sheet (CSS) berfungsi untuk membuat layout atau tema sebuah website. JavaScript berfungsi untuk menyempurnakan sistem sekaligus mempercantik tampilan dari sebuah halaman website.

Cara Kerja JavaScript

Berbeda dengan HTML, CSS, dan PHP yang bahasa pemrogramannya diproses di balik server, dimana seluruh prosesnya akan menjadi tugas dan tanggung jawab seorang back-end programmer. Proses pemindaian bahasa pemrograman HTML dan CSS ini akan dilakukan oleh web server.

Sedangkan di JavaScript, bahasa script tersebut akan di-embed langsung ke halaman website. Itulah salah satu alasan mengapa JavaScript sangat dekat dengan seorang Front End Developer karena seluruh scriptnya akan langsung terunduh di perangkat yang digunakan dan tidak diproses melalui server lagi.

layanan logiqueFramework JavaScript

Sebagai salah satu bahasa pemrograman terbaik dan paling banyak digunakan di dunia, membuat JavaScript mempunyai beberapa framework yang bisa kamu gunakan, baik untuk platform mobile maupun desktop. Nah, berikut ini adalah 5 Framework JavaScript yang bisa kamu gunakan untuk pembuatan maupun pengembangan sebuah website, antara lain yaitu:

  1. Electron

Merupakan salah satu framework JavaScript terbaik dan sering digunakan untuk pembuatan aplikasi desktop. Beberapa contoh aplikasi desktop terpopuler yang menggunakan framework Electron antara lain yaitu, Slack, Skype, WordPress, dan beberapa aplikasi lainnya.

  1. NW.js

Merupakan sebuah framework yang dibangun oleh Intel’s Open Source Technology Center. Framework ini menggabungkan antara framework Node.js dengan Chromium Engine yang dikenal dengan sebutan WebKit.

  1. App.js

Adalah sebuah framework JavaScript yang bisa Anda gunakan untuk membuat sebuah aplikasi platform tanpa perlu mempelajarai bahasa pemrograman terbaru terlebih dahulu. Cukup dengan App.js, Anda dapat langsung mendapatkan API HTML 5 terbaru dengan framework ini.

  1. Meteor

Merupakan sebuah framework JavaScript berkonsep open source sehingga Anda dapat membangun sebuah aplikasi web, mobile, dan desktop dengan sangat mudah. Meteor merupakan salah satu framework paling lengkap dibandingkan dengan framework lainnya, mulai dari sisi server hingga ke sisi klien.

  1. Proton Native

Adalah framework berbasis JavaScript yang dibuat dengan tujuan untuk membangun tampilan antar muka pada aplikasi desktop. Proton Native seringkali digunakan oleh para web developer untuk membangun mobile app layaknya React Native.

Keunggulan JavaScript

Baca Juga: 5 Tools JavaScript untuk Percepat Loading Website

Digunakan oleh hampir 95% website di dunia, tentu bukan hal yang sulit untuk membahas beberapa keunggulan menggunakan bahasa pemrograman JavaScript, antara lain yaitu:

  1. Dengan menggunakan JavaScript, web browser akan dapat langsung menginterpretasikan script yang telah dibuat secara otomatis melalui HTML
  2. Bahasa pemrograman JavaScript mudah dipahami oleh para web developer, termasuk fresh graduate atau orang yang baru berkecimpung di dunia web developer.
  3. Penanganan error menjadi lebih mudah, sehingga ketika terjadi error, web developer dapat langsung menemukan dan memperbaikinya.
  4. Multi Platform, karena dapat digunakan di semua jenis sistem operasi komputer, seperti Windows, Linux, Android, dan beragam sistem operasi lainnya.
  5. JavaScript mudah dikembangkan karena mengusung konsep multi platform dan dinamis sehingga dapat dengan mudah untuk diperbaharui dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan user serta perkembangan teknologi setiap waktu.
  6. Bahasa pemrograman JavaScript sangat cepat, ringan dan user friendly karena tidak membutuhkan resource memory yang banyak. Hal ini tentu membuat para developer untuk mengembangkan berbagai aplikasi sesuai dengan kebutuhan user.

Kekurangan JavaScript

Meski mempunyai banyak keunggulan, layaknya sebuah sistem, bahasa pemrograman JavaScript ternyata juga mempunyai beberapa kekurangan yang perlu Anda ketahui, antara lain yaitu:

  1. Dengan sistemnya yang mudah dikembangkan dan mudah dipahami oleh para web developer, membuat bahasa pemrograman JavaScript mudah sekali untuk di eksploitasi, terutama bagi para web developer nakal.
  2. Sangat berisiko digunakan untuk kepentingan yang buruk, seperti penggunaan website untuk keperluan spy atau memata-matai dan berbagai kejahatan cyber lainnya.
  3. Mempunyai banyak JavaScript code snippet sehingga membuatnya tidak dapat terenkripsi dengan baik atau malah cenderung tidak terenkripsi sama sekali.
  4. Tidak konsisten karena data dari masing-masing perangkat dirender berbeda satu sama lain.

Itulah beberapa pengertian JavaScript serta keuntungan dan kekurangan yang dimiliki oleh bahasa pemrograman ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts