Ketahui Perbedaan Black Hat, White Hat, dan Grey Hat

Sumber: unsplash.com

Apakah kalian familiar dengan istilah Black Hat, White Hat, dan Grey Hat? Ketiga istilah ini sangat lekat dengan dunia hackingBlack Hat, White Hat, dan Gery Hat yaitu istilah yang digunakan untuk menyebut hacker atau peretas berdasarkan tujuan mereka saat meretas suatu sistem ataupun program. Tujuan hacker tentunya beragam, ada yang memiliki tujuan positif, tetapi ada pula yang negatif. Cara mereka bekerja juga ada yang legal dan illegal.

Black Hat

Warna hitam biasanya diidentikkan dengan hal negatif dan hal tersebut juga termasuk dalam pengelompokkan hacker. Para peretas yang masuk kedalam kategori Black Hat yaitu mereka yang melakukan hacking dengan meretas sistem atau program secara illegal. Tujuannya tidak dapat dikatakan baik karena mereka melakukan hacking untuk mengambil data pribadi pengguna internet seperti password hingga nomor telepon. Mereka pun terkadang menyebarkan virus pada perangkat lain.

Dari data pribadi yang mereka curi tersebut bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Kumpulan data tersebut jika dijual dapat memiliki harga yang tinggi karena memang banyak yang menginginkannya. Tindakan tersebut jelas merugikan dan membahayakan sistem yang diretas.

Baca Juga: 3 Cara Hacker Mengeksploitasi Keamanan Siber Selama Pandemi Corona

White Hat

Selain Black Hat hacker, ada juga White hat hacker. White Hat kebalikannya Black Hat. White Hat berusaha meretas sistem atau program untuk dapat menemukan celah keamanannya. White Hat juga bekerja sesuai dengan peraturan dan melalui metode yang legal. Dengan tujuannya itu, White Hat sering disebut sebagai good hacker atau peretas yang baik.

Peretas
Sumber: unsplash.com

Umumnya, White Hat direkrut oleh sebuah perusahaan untuk bekerja sama dengan tim developer mereka. White hat akan mencari celah keamanan dari sistem yang dibuat oleh sang developer. Dengan begitu, sistem yang dibuat tersebut dapat lebih aman dan risiko kebocoran data dapat diminimalisir.

Grey Hat

Di antara Black Hat dan White Hat ternyata terdapat golongan hacker tersendiri. Mereka disebut sebagai Grey Hat. Para peretas bertopi abu-abu ini tidak dapat dikategorikan sebagai Black Hat maupun White Hat karena mereka beroperasi dengan mengombinasikan metode keduanya. Grey Hat menerapkan metode-metode peretas Black Hat, tetapi di saaat yang bersamaan mereka juga menggunakan cara yang serupa dengan peretas White Hat.

Contohnya di saat seperti mereka meretas sebuah sistem atau program, Grey Hat melakukannya secara illegal seperti peretas Black Hat. Tetapi tidak seperti peretas Black Hat yang meninggalkan kerusakan pada sistem, Grey Hat mengembalikan sistem seperti sedia kala seperti peretas White Hat sehingga seolah tidak terjadi apa-apa kepada sistem tersebut. Dapat disimpulkan bahwa tujuan dari Grey Hat melakukan peretasan sistem yaitu untuk uji coba kemampuan semata.

Baca Juga: Apa itu Ethical Hacker? Mengapa Perusahaan Membutuhkannya?

Layanan Logique Digital Indonesia

Logique Digital Indonesia menyediakan jasa web development, app development, web design, digital marketing, dan lain-lain. Kami memiliki tim profesional pada bidangnya masing-masing untuk membantu mengembangkan bisnis Anda di dunia digital. Silakan hubungi kami atau klik Layanan Logique untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts