Kerja Shift : Mengenal Kerja 2 Shift & Cara Dokodemo-Kerja Mengoptimalkannya

Sumber: pixabay https://pixabay.com/id/illustrations/jam-waktu-kalender-agenda-jadwal-163200/

Sekitar 15-20% negara industri telah menerapkan sistem kerja shift bagi para karyawannya. Sistem kerja ini biasanya diberlakukan oleh perusahaan yang beroperasi selama 24 jam per hari seperti call center, hotel, rumah sakit, atau yang lain. Di Indonesia sendiri, sistem kerja shift sudah populer dan diterapkan oleh banyak perusahaan di berbagai bidang industri.

Secara garis besar, kerja shift adalah sistem jam kerja karyawan yang dirancang dan diatur secara bergantian agar suatu perusahaan tetap dapat menyediakan layanan 24 jam setiap hari dalam seminggu (24/7). Pemerintah juga telah mengatur bahwa pembagian kerja shift boleh diterapkan oleh perusahaan yang beroperasi pada bidang jasa kesehatan, pusat perbelanjaan, media massa, serta pengamanan. Biasanya perusahaan akan membagi jam kerja menjadi beberapa shift seperti 2 shift atau 3 shift. Pembagian shift ini tentu akan berbeda-beda karena setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang tidak sama.

Baca Juga: Ini Alasan Indonesia Butuh Sistem Kerja Fleksibel

Bagaimana Pembagian Jam Kerja 2 Shift ?

Perusahaan dengan sistem kerja 2 shift akan membagi jadwal kerja menjadi 2 shift dalam sehari. Perusahaan akan membagi karyawannya menjadi 2 group, dimana ketika group 1 selesai bekerja maka group 2 akan melanjutkan pekerjaan tersebut. Sebagai contoh :

  1. Shift 1: dimulai dari jam 08.00 sampai 20.00
  2. Shift 2: dimulai dari jam 20.00 sampai jam 08.00

Pada umumnya, lama jam kerja pada masing-masing shift adalah 8 jam, namun banyak perusahaan yang menerapkan waktu yang lebih panjang. Beberapa perusahaan yang melayani publik 24 jam non-stop biasanya akan menggunakan shift panjang yaitu 10 sampai 12 jam.

kerja shift

Dokodemo-Kerja Membantu Banyak Hal Agar Kerja Shift Berjalan Dengan Baik

Dokodemo-Kerja merupakan software yang dapat digunakan untuk manajemen waktu karyawan. Dengan Dokodemo, baik karyawan atau perusahaan dapat menerapkan sistem kerja shift yang lebih teratur.

Berdasarkan UU no.13 tahun 2003, jumlah jam kerja secara akumulatif untuk masing-masing shift tidak boleh lebih dari 40 jam per minggu. Dokodemo dapat membantu karyawan untuk menghitung berapa lama mereka bekerja dalam satu minggu. Dengan demikian, jam kerja karyawan akan tetap sesuai dengan batas maksimal yang telah ditentukan. Karyawan juga dapat terhindar dari pembagian jam kerja yang tidak sama antara shift pagi dan malam karena Dokodemo akan memonitor jam kerja masing-masing karyawan.

Dalam pembagian shift, terkadang perusahaan membuat jadwal secara tidak beraturan. Contohnya seperti ketika seorang karyawan harus bekerja pada range kerja antara jam 20:00 sampai 05:00, namun diharuskan untuk kembali bekerja di 09:00 sampai 18:00. Hal ini membuat karyawan kelelahan karena mereka hanya diberikan sedikit waktu untuk beristirahat di rumah. Namun dengan Dokodemo, hal tersebut dapat dihindari. Sistem Dokodemo akan menghitung jam kerja karyawan setiap harinya dan perusahaan dapat mempertimbangkan pembuatan jadwal dimana karyawan tetap memiliki waktu istirahat yang cukup.

Baca Juga: 3 Software Untuk Memonitor Produktivitas Karyawan

kerja shift

Dokodemo-Kerja Menghitung Jam Kerja Dimana dan Kapan Saja

Dokodemo-Kerja juga tersedia dalam bentuk mobile untuk melacak dan menghitung jam kerja karyawan di mana dan kapan saja. Sebagai contoh, driver membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk setiap rute perjalanan, atau seorang marketing staff yang harus bertemu klien dengan lama meeting yang tidak bisa ditentukan. Dengan sistem Dokodemo, karyawan dapat mengetahui berapa lama mereka bekerja di hari tersebut. Perusahaan pun dapat menganalisa apakah shift yang mereka buat berada di kurun waktu produktif karyawan.

Sistem ini juga dapat membantu perusahaan untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan karyawan untuk menyelesaikan sebuah task sehingga berguna untuk penilaian kinerja. Dengan demikian, karyawan dapat bekerja dengan lebih produktif dan tidak perlu lembur. Hal tersebut tentu juga akan berpengaruh pada work-life balance karyawan yang baik. Jika sistem shift dilakukan dengan benar, maka produktivitas dan kesejahteraan karyawan akan tetap terjaga. Hal tersebut tentu akan memberi pengaruh positif pada peningkatan performa perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Sumber: pixabay.com/@JESHOOTS-com
aplikasi absensi karyawan