3 Cara Memanfaatkan Efek Psikologi Ketika Membuat Desain Produk

Psikologi memiliki peran penting ketika Anda membuat sebuah desain produk. Sebagai seorang ui/ux desainer, Anda dituntut untuk bisa menciptakan desain yang dapat memberikan pengalaman menyenangkan bagi penggunanya. Dengan mengaplikasikan prinsip psikologi, Anda akan lebih mudah dalam memahami respon atau tindakan dari pengguna sehingga tujuan dari produk yang dikembangkan akan lebih mudah untuk tercapai.

1. Menerapkan hukum hick

Hukum hick atau hukum hick-hyman menjelaskan tentang waktu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk membuat suatu keputusan ketika dihadapkan dengan banyak pilihan. Bayangkan jika Anda datang ke restaurant yang memiliki lebih dari 200 menu makanan. Dalam kondisi tersebut, Anda tentu akan membutuhkan banyak waktu untuk menentukan makanan yang ingin Anda pesan.

Kondisi tersebut juga berlaku pada suatu desain produk. Seorang user akan kesulitan untuk mengoperasikan website ketika terlalu banyak menu dan informasi yang disajikan. Perlu diingat, seorang user datang mengunjungi website Anda dengan sebuah tujuan utama. Oleh karenanya, hindari pembuatan desain produk yang rumit. Hapus tautan, gambar, teks, atau tombol yang tidak diperlukan di halaman website agar user bisa menemukan apa yang mereka cari di website dengan cepat.

Anda juga bisa menggunakan metode grouping dalam menyampaikan informasi. Buat menu navigasi agar struktur web menjadi rapi sehingga user bisa menemukan informasi sesuai kategori yang ingin mereka cari.

Baca Juga: 4 Prototyping Tools yang Berguna untuk UI UX Desainer

desain produk
Sumber: pixabay.com

2. Memperhatikan psikologi warna

Dalam membuat desain produk, Anda juga harus memperhatikan pemilihan warna dengan tepat.  Saat memilih warna, baik itu untuk website atau produk, Anda harus memahami siapa target audiens Anda. Perasaan dan ketertarikan yang muncul karena warna akan mempengaruhi user sehingga berpengaruh pada penjualan Anda.

Berikut kesan atau karakteristik yang dimuncul pada beberapa warna:

  1. Biru: kuat, jujur, tenang, setia, dapat dipercaya, aman.
  2. Merah: energi, cinta, menggairahkan, aksi, berani, bersemangat.
  3. Oranye: bahagia, mudah bergaul, ramah, terjangkau, antusiasme.
  4. Kuning: logis, optimis, berpikiran maju, percaya diri, playful.
  5. Merah muda: feminin, gairah, muda, menyenangkan, lembut.

Baca Juga: Tips Memilih Skema Warna yang Baik untuk Website Anda

3. Psikologi persuasi

Persuasi merupakan komunikasi yang dilakukan untuk mempengaruhi seseorang agar mau melakukan tindakan yang Anda harapkan. Dengan mengetahui cara komunikasi persuasi, Anda dapat membujuk user untuk melakukan conversi di dalam website salah satunya melakukan pembelian produk.

Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mempengaruhi user melalui desain produk, yaitu:

  1. Menciptakan efek kelangkaan

User biasanya akan terpengaruh pada hal-hal dengan jumlah dan waktu yang terbatas. Sebagai contoh, platform Booking.com menyediakan informasi jumlah kamar yang tersisa sehingga menimbulkan rasa urgensi agar user segera membuat keputusan.

  1. Social proof

Sebelum membeli suatu barang, user cenderung akan mencari tahu pengalaman yang didapat dari pembeli sebelumnya. Oleh karenanya, banyak situs e-commerce yang menyediakan form ratings dan reviews pada suatu produk, agar user terdorong untuk segera melakukan pembelian.

Layanan Logique Digital Indonesia

Logique Digital Indonesia menyediakan berbagai layanan terkait pembuatan website seperti web design & development, SEO, digital marketing, dan lain-lain. Silakan hubungi kami atau klik layanan Logique untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts