Risiko Keamanan Siber Saat Bekerja Jarak Jauh

Sumber: pixabay.com

Global Network Insights Report 2020 dari NTT Ltd. telah menemukan lebih dari 1.000 perusahaan yang mencakup lebih dari 800.000 perangkat jaringan, 46,3% asset jaringan organisasnya sudah menua atau usang. Laporan tersebut mewakili lonjakan besar pada 2017, ketika angka hanya menembus 4,3 persen pandemi corona dan lonjakan yang terjadi akibat konsumsi bandwidth membuat tingginya tingkat ketegangan pada jaringan, menambah tantangan yang ada, dan pada akhirnya menciptakan badai risiko keamanan siber.

Dengan meningkatnya angka yang bekerja jarak jauh atau bekerja dengan sistem remote, akses jarak jauh serta konsumsi layanan suara dan video, jaringan milik organisasi dan infrastruktur keamanan sedang berada di bawah tekanan luar biasa. Rob Lopez, Executive Vice President Intelligent Infrastructure dari NTT Ltd., mengatakan saat new normal ini akan banyak bisnis yang memerlukan strategi jaringan dan keaman arsitektur, operasional dan dukungan model untuk mengelola risiko operasional dengan lebih baik lagi.

Hal ini perlu dilihat kembali, baik cloud atau infrastruktur fisik pada perusahaan sehingga dapat mengurangi dampak dan frekuensi pemadaman bisnis.

Baca Juga: 3 Ancaman Cyber Attack yang Mengancam Pengguna Perangkat Mobile

Kerentanan perangkat usang

Perangkat yang telah usang rata-rata memiliki kerentanan dua kali lebih banyak per perangkatnya (42,2 persen) bila dibandingkan dengan perangkat lama (26,8 persen) dan yang terkini (19,4 persen) sehingga menciptakan sebuah risiko.

Risiko keamanan siber ini akan menjadi semakin buruk ketika bisnis menunda untuk memperbarui suatu perangkat atau meninjau ulang versi sistem operasi selama masa pakainya.

keamanan_siber
Sumber: pixabay.com

Di era new normal ini, bisnis mulai menata kembali cara mereka bekerja dan cara menanamkan ketahanan dalam operasional. Pandemi akan secara perlahan mengubah cara bisnis beroperasi, termasuk menerapkan ruang kerja cerdas yang mengkomodasi social distancing di dalam kantor. Sementara itu, masih banyak perusahaan akan terus menerapkan kerja jarak jauh.

Transformasi Digital

Bisnis akan membutuhkan peralatan, pengetahuan, serta keahlian guna dapat merancang ulang jaringan untuk evolusi new normal dalam jangka pendek hingga panjang yang di mana orang- orang bekerja dari jarak jauh dengan perangkat apa pun. Contohnya seperti disaat beralih ke new normal, AI dan pembelajaran mesin dapat diterapkan untuk membantu memonitor langkah-langkah social distancing. Dengan begitu, jaringan akan menjadi kursial yang memungkinkan hal tersebut dilakukan.

Baca Juga: 3 Cara Hacker Mengeksploitasi Keamanan Siber Selama Pandemi Corona

Layanan Logique Digital Indonesia

Logique Digital Indonesia menyediakan jasa web development, app development, web design, digital marketing, dan lain-lain. Kami memiliki tim profesional pada bidangnya masing-masing untuk membantu mengembangkan bisnis Anda di dunia digital. Silakan hubungi kami atau klik Layanan Logique untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Sumber: pixabay.com/@OpenClipart-Vectors

9 Kelebihan Linux yang Perlu Anda Ketahui

Sumber: pixabay.com/@TayebMEZAHDIA
Sumber: pixabay.com/@Free-Photos
Sumber: pixabay.com/@Suomy