3 Ancaman Cyber Attack yang Mengancam Pengguna Perangkat Mobile

Seiring dengan semakin banyaknya pengguna smartphone, cyber attack atau serangan siber juga banyak terjadi di perangkat mobile.

Peretas selalu mencari cara untuk bisa membobol sistem keamanan untuk bisa mendapatkan data-data penting di dalamnya. Tidak heran jika mobile security menjadi salah satu hal yang perlu diprioritaskan terutama jika karyawan secara rutin mengakses data perusahaan melalui perangkat mobilenya. Agar Anda dapat lebih berhati-hati, berikut kami informasikan 3 ancaman cyber attack yang dapat mengancam pengguna perangkat mobile.

mobile security
mobile security
  1. Man in the Middle (MitM)

Wifi publik biasanya dapat Anda temukan di tempat-tempat umum seperti bandara, hotel, atau kedai kopi. Ketika perangkat terhubung dengan koneksi publik, maka terdapat sejumlah risiko cyber attack yang dapat terjadi, salah satunya adalah serangan Man in the Middle (MitM).

Pada dasarnya, serangan MitM ini merupakan bentuk penyadapan. Serangan ini memungkinkan peretas untuk bisa mengetahui aktivitas online yang sedang Anda lakukan. Untuk menghindari cyber attack ini, maka ketika Anda sedang terhubung dengan koneksi publik sebaiknya jangan mengakses website atau aplikasi yang menyimpan informasi sensitif seperti online banking.

Baca Juga: Apa itu Serangan Man in The Middle ? Bagaimana Cara Menghindarinya ?

  1. Phishing

Pengguna perangkat mobile lebih rentan menjadi korban serangan phishing karena mereka menggunakannya untuk berbagai aktivitas termasuk untuk membuka email. Melalui email phishing, peretas akan mengirimkan link berbahaya untuk mencuri berbagai data sensitif seperti kata sandi, info kartu kredit, atau bahkan mengirim malware ke perangkat Anda. Oleh karena itu, ketika menerima email, periksa kembali siapa pengirimnya serta hindari untuk membuka link berbahaya di dalamnya.

  1. Mobile spyware

Mobile spyware adalah software yang diinstal secara diam-diam untuk memantau perilaku pengguna di perangkat mobile. Dengan serangan ini, peretas dapat mengetahui berbagai aktivitas yang dilakukan di perangkat mobile, seperti riwayat panggilan, isi pesan, kontak, foto, kata sandi, dan lain-lain.

Peretas biasanya akan mengirim malware melalui aplikasi atau third-party software. Oleh karena itu, sebaiknya Anda hanya menginstal software atau aplikasi resmi dari Google Play dan App Store. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan app permissions. Jika aplikasi meminta izin untuk sebuah tindakan yang mencurigakan, maka segera hentikan proses instalasi dan hindari aplikasi tersebut.

Baca Juga: Pengertian Spyware dan 4 Contoh Jenis Serangannya

Layanan Logique Digital Indonesia

Logique Digital Indonesia menyediakan jasa pentest untuk meningkatkan sistem keamanan pada sistem website atau aplikasi yang Anda gunakan. Kami memiliki tim IT security berpengalaman yang akan membantu melakukan sejumlah pengujian pada sistem yang Anda gunakan. Silakan hubungi kami atau klik Layanan Penetration Testing kami untuk mengetahui informasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts