peretasan

3 Upaya Peretasan E-commerce yang Pernah Terjadi

Mei 8th, 2020 |

Baru-baru ini, terdapat kabar bahwa Tokopedia telah mengalami kebocoran 91 juta data akun pengguna. Terkait kabar tersebut, Tokopedia membenarkan ada upaya terjadinya peretasan data milik pengguna. Tetapi, pihak Tokopedia mengatakan bahwa informasi pengguna tetap aman dan terlindungi.

Selain upaya peretasan yang terjadi pada Tokopedia, sebelumnya e-commerce lainnya juga pernah mengalami hal yang serupa. Berikut merupakan beberapa diantaranya:

Lazada

Pada Tahun 2015 lalu, e-commerce Lazada pernah mengalami upaya peretasan pada situsnya. Situs belanja online ini dilaporkan diretas para hacker yang menamai dirinya sebagai “Gantengers Crew”. Dalam peretasain ini, tautan yang menuju ke halaman promo Lazada menampilkan halaman hitam dengan tulisan “Gantengers Crew pwnz u”.

Pihak Lazada tidak langsung mengakui terjadinya aksi peretasan tetapi melakukan investigasi terlebih dahulu. Mereka menyebut data konsumen merupakah hal utama yang harus diselamatkan dan data-data tersebut tidak semudah itu untuk diambil.

Baca Juga: Bagaimana Perlindungan Data Pribadi di Indonesia?

Peretasan

Sumber: pexels.com

UNIQLO

Sebuah merek mode tekemuka milik Fast Retailing Co juga menjadi sasaran para peretas. Hal ini terjadi pada Tahun 2019 lalu. Laman Uniqlo Jepang dan portal e-commerce GU jepang diretas. Peretas telah mengakses data pribadi lebih dari setengah juta pengguna e-commerce tersebut.

Hacker telah mengakses setidaknya 460.00 akun yang terdaftar pada situs belanja Jepang tersebut mulai dari 23 April – 10 Mei 2019, menurut Fast Retailling. Sejumlah informasi pribadi, Riwayat pembelian, serta nomor kartu kredit pengguna kemungkinan telah diakses peretas.

Setelah itu, Fast Retailling mengambil Langkah-langkah untuk memblokis akses yang tidak sah dan membatalkan kata sandi dari akun yang terdampak. Perusahaan juga meminta seluruh pelanggan yang terkena peretasan untuk mengatur ulang kata sandi mereka.

Bukalapak

Pada Tahun 2019 lalu, peretas bernama Gnosticplayers asal Pakistan mengatakan bahwa dirinya telah mencuri jutaan akun pada sejumlah situs populer di dunia, salah satunya yaitu Bukalapak. Ada 13 juta akun yang telah dicuri datanya. Namun, peretas tidak memberikan keterangan lain terkait data yang telah dicuri dari akun-akun pengguna Bukalapak selain jumlahnya.

Menanggapi hal ini, Bukalapak pun mengonfirmasi pernah ada upaya hacker meretas situsnya. Tetapi, pihak e-commerce menyebut tidak ada data pengguna yang berhasil dicuri. Meski demikian, pihak Bukalapak mengimbau untuk mengganti password secara rutin dan mengaktifkan 2FA (two-factor authentication) demi menambah keamanan akun pengguna.

Baca Juga: Lemahnya Keamanan Data Menjadi Penyebab Pelanggaran Data

Layanan Logique Digital Indonesia

Logique Digital Indonesia menyediakan jasa web development, app development, web design, digital marketing, dan lain-lain. Kami memiliki tim profesional pada bidangnya masing-masing untuk membantu mengembangkan bisnis Anda di dunia digital. Silakan hubungi kami atau klik Layanan Logique untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *