4 Python Framework Populer yang Sering Digunakan Developer

Jika Anda adalah seorang programmer atau developer yang menggunakan bahasa pemrograman Python, maka Anda harus mempelajari beberapa Python framework untuk mempermudah tugas-tugas Anda. Dengan memanfaatkan framework, seorang developer dapat menghemat lebih banyak waktu dalam proses pengembangan sistem atau pun aplikasi.

Python framework sendiri terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu :

  • Full-Stack Framework

Framework yang dapat memberikan dukungan penuh kepada developer mulai dari form generators, form validation, template layouts, dan lain-lain.

  • Micro framework

Micro framework tidak memiliki komponen selengkap full-stack framework. Oleh karenanya, developer masih harus menambahkan kode dan persyaratan tambahan secara manual ketika menggunakannya.

  • Asynchronous Framework

Asynchronous framework merupakan micro framework yang memungkinkan developer untuk bisa menangani concurrent connections dalam jumlah yang besar.

4 Python Framework Populer

  1. Django

Django menjadi Python framework terpopuler untuk bahasa pemrograman Python dan banyak diandalkan oleh para developer. Framework ini termasuk ke dalam jenis full stack framework sehingga fitur yang disediakan secara default sudah cukup lengkap. Django memiliki beragam kelebihan, seperti user authentication, URL routing, template engine, object-relational mapper (ORM), dan database schema migrations. Dengan berbagai kelebihan tersebut, Django menjadi framework yang sangat scalable, cepat dan juga fleksibel.

Baca Juga: Apa Kelebihan Django Framework untuk Developer?

  1. Flask

Flask termasuk ke dalam jenis micro framework yang berada di bawah lisensi BSD. Jika dibandingkan dengan Django, Flask lebih cocok jika digunakan untuk mengembangkan proyek kecil dan sederhana. Beberapa kelebihan dari framework ini adalah memiliki built-in development server dan debugger, unicode-based, unit testing support, memiliki dukungan untuk plugging ORM, HTTP request handling, dan lain-lain.

python framework
Sumber: pexels.com
  1. Tornado

Python framework selanjutnya adalah Tornado. Tornado termasuk ke dalam ketagori asynchronous framework. Pyhton framework ini bersifat open source dan dikembangkan oleh perusahaan bernama FriendFeed. Tornado menggunakan non-blocking framework I/O untuk mengatasi C10k issue sehingga jika dikonfigurasi dengan baik, Tornado dapat menangani 10.000+ koneksi secara bersamaan. Selain itu, Tornado juga memiliki berbagai kelebihan seperti memiliki dukungan penuh untuk unit-testing, web templating, user authentication, dan lain-lain.

  1. Web2py

Web2py adalah full stack framework dalam bahasa pemrograman Python yang memungkinkan pihak developer untuk bisa mengembangkan sistem dengan cepat. Karena bersifat cross platform, Anda dapat menggunakannya untuk berbagai sistem operasi populer. Selain itu, Web2py juga hadir dengan web-based IDE yang berisi code editor, debugger, serta one-click deployment.

Baca Juga: Arti Coding dan Programming. Apa Saja Perbedaannya?

Layanan Logique Digital Indonesia

Logique Digital Indonesia menyediakan beragam layanan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan Anda. Kami menyediakan jasa pengembangan website, aplikasi, digital mareketing, dan lain-lain. Silakan hubungi Logique atau klik Layanan Logique untuk mendapat informasi lebih lanjut.

Saat ini Logique juga sedang membuka lowongan pekerjaan untuk berbagai posisi. Cek informasi selengkapnya di halaman karir Logique.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts