3 Jenis Serangan Siber yang Rentan Dialami oleh Website

Serangan siber merupakan tindakan yang bertujuan untuk merusak sistem komputer atau jaringan menggunakan berbagai metode berbahaya. Serangan siber terus meningkat setiap tahun karena banyak orang berusaha mencari keuntungan dari kelemahan pada sebuah sistem perusahaan. Jika website Anda tidak memiliki cyber security yang baik, para hacker dapat dengan mudah mengeksploitasi website dan melakukan beragam tindakan yang merugikan. Mereka dapat membuat website Anda menjadi tidak dapat diakses atau mengambil data-data sensitif yang tersimpan di dalamnya.

Untuk menyerang sebuah website, biasanya hacker memiliki sejumlah metode atau teknik. Berikut beberapa jenis serangan siber yang rentan dialami oleh sebuah website.

Jenis Serangan Siber yang Dapat Menyerang Website

  1. Malware

Malware atau malicious software dapat dideskripsikan sebagai perangkat lunak berbahaya yang dibuat dengan tujuan merusak perangkat, mencuri data, dan pada umumnya dapat menimbulkan kekacauan. Virus, trojan, spyware, dan ransomware adalah beberapa jenis malware yang cukup berbahaya.

Hacker biasanya akan menyebarkan malware melalui link berbahaya. Mereka dapat mengirim link ini menggunakan email, atau menyamar sebagai program berlisensi seperti game, file mp3, atau yang lain. Ketika malware sudah terinstal dan menginfeksi website, maka hacker dapat mengambil alih sistem Anda. Mereka dapat mengubah tampilan website, memuat iklan berbahaya (malvertising), melihat informasi sensitif, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: 4 Jenis Malware yang Dapat Mengancam Situs Web Anda

serangan siber
Sumber: unsplash.com
  1. SQL Injection

SQL Injection merupakan teknik hacking yang dilakukan oleh hacker untuk mendapatkan akses pada sistem database berbasis SQL. Ketika melakukan serangan ini, hacker akan memanfaatkan kerentanan pada website atau aplikasi. Mereka akan memasukkan perintah-perintah SQL (Structured Query Language) ke dalam database mesin server sehingga mereka dapat mengakses suatu sistem tanpa harus mengetahui username dan password sistem tersebut. Serangan siber ini pada umumnya dapat terjadi karena kurangnya penanganan karakter-karakter seperti tanda petik satu atau karakter double minus yang dapat disisipi hacker dengan perintah SQL berbahaya.

Baca Juga: Penjelasan Mengenai SQL Injection dan Cara untuk Menghindarinya

  1. Cross site scripting (XSS)

Serangan siber ini memanfaatkan kerentanan XSS untuk melakukan berbagai tindakan merugikan. Serangan ini biasanya dilakukan dengan cara injeksi kode pada sisi klien menggunakan sarana halaman website atau pun web aplikasi.

Hacker akan memanfaatkan forum, kolom komentar, atau message boards yang terdapat pada website untuk memposting link yang berisi skrip berbahaya. Skrip tersebut kemudian akan menyerang ketika korban mengklik link berbahaya yang sudah dibuat. Serangan ini dapat digunakan mencuri session cookies korban. Dengan cookies tersebut, hacker dapat menyamar sebagai korban dan mengetahui data-data sensitif milik korban.

Layanan Logique Digital Indonesia

Logique Digital Indonesia menyediakan jasa penetration testing untuk membantu memastikan apakah website yang Anda kelola memiliki kerentanan yang dapat diretas oleh para hacker. Kami memiliki tim profesional dan bersertifikat untuk melakukan sejumlah pengujian untuk mencari celah keamanan. Segera hubungi kami atau klik Layanan Pentest Logique untuk mendapat informasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts