Tantangan Keamanan Cyber yang Harus Dihadapi Perusahaan Fintech

Saat ini perusahaan fintech sudah semakin berkembang pesat. Di Indonesia sendiri, perusahaan fintech harus memiliki ijin dari OJK agar bisa digunakan oleh masyarakat umum. Layanan yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari market aggregator atau financial aggregator, manajemen risiko dan investasi, sarana pembayaran atau payment, serta peer to peer lending dan crowdfunding.

Meskipun layanan tersebut semakin banyak diminati, perusahaan fintech harus tetap menjaga keamanan cyber pada aplikasi yang dikembangkan. Jika aplikasi tidak memiliki cyber security yang baik, data keuangan atau data pribadi konsumen yang dikelola aplikasi menjadi rentan terhadap serangan cyber. Perusahaan fintech juga harus memiliki pemahaman yang cukup mengenai tantangan cyber security agar dampak buruk atau kerugian dapat diminimalisir atau dihindari.

perusahaan fintech
Sumber: unsplash.com

Apa tantangan keamanan cyber pada perusahaan fintech ?

  1. Data breaches

Data breaches atau pelanggaran data menjadi salah satu tantangan yang harus Anda hadapi di era digital seperti sekarang ini. Hacker selalu mencari cara agar bisa mengakses data-data sensitif yang disimpan oleh perusahaan fintech. Data-data tersebut nantinya akan digunakan hacker untuk melakukan berbagai tindak kriminal seperti menggandakan kartu kredit, penipuan, atau pemerasan. Jika data breach terjadi, perusahaan akan memiliki reputasi yang buruk, tuntutan hukum, serta harus membayar sejumlah denda. Untuk menghindarinya, sistem aplikasi harus memiliki cyber security yang baik. Anda dapat melakukan penetration testing secara rutin untuk memastikan bahwa aplikasi tidak memiliki celah yang dapat diretas oleh hacker.

Baca Juga: Tips yang Dapat Anda Lakukan untuk Mencegah Data Breaches

  1. Security protocol

Permasalahan lain yang dihadapi perusahaan adalah untuk selalu memastikan bahwa aplikasi menggunakan security protocol yang baik. Tanpa protokol yang memadai, data Anda akan mudah terekspos sehingga perusahaan menjadi rentan terhadap serangan cyber. Menggunakan protokol keamanan yang tepat merupakan salah satu langkah untuk memastikan bisnis bisa tetap aman, terutama ketika menyangkut enkripsi data. Oleh karenanya, pastikan Anda mematuhi protokol keamanan yang berlaku untuk aplikasi Anda.

  1. Human error

Anda juga perlu memahami bahwa beberapa permasalahan keamanan dapat terjadi karena kesalahan dari pengguna sendiri. Pengguna yang tidak memiliki pemahaman cyber security yang baik dapat melakukan beberapa tindakan yang merugikan seperti tertipu dengan email phishing, atau bahkan menghapus file penting secara tidak sengaja sehingga menyebabkan masalah keamanan aplikasi. Untuk menghindari hal ini terjadi, Anda perlu meningkatkan security awareness pada karyawan serta pengguna aplikasi. Informasikan untuk selalu menjaga data pribadi, password, dan memperbarui perangkat lunak yang mereka gunakan.

Baca Juga: Penipuan kode OTP Semakin Marak, Bagaimana Cara Menghindarinya?

Layanan Logique Digital Indonesia

Untuk meningkatkan sistem keamanan website dan aplikasi perusahaan, Logique Digital Indonesia menawarkan jasa penetration testing. Kami memiliki tim IT security yang dapat membantu memastikan bahwa website dan aplikasi Anda tidak memiliki celah keamanan yang dapat diretas oleh hacker. Silakan hubungi kami untuk mendapat sistem keamanan website dan aplikasi yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts