Tips untuk Melakukan Transaksi Online Banking yang Lebih Aman

Kehadiran internet telah mengubah cara kita dalam beraktivitas, salah satunya seperti ketika melakukan transaksi keuangan melalui online banking. Seiring dengan semakin banyaknya bisnis online dan e-commerce, penggunaan online banking juga terus meningkat. Orang tidak lagi perlu datang ke toko untuk berbelanja menggunakan uang cash. Hanya dengan perangkat smartphone yang terhubung dengan internet, transaksi keuangan dapat dilakukan.

Hal inilah yang membuat sejumlah serangan cyber terus terjadi. Dengan berbagai metode, mereka berusaha untuk meretas data sensitif dari pengguna online banking. Jika Anda rutin menggunakan online banking, terdapat beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk transaksi keuangan yang lebih aman. Berikut kami sediakan informasinya untuk Anda.

  1. Gunakan keyboard virtual

Hacker biasanya akan menggunakan sebuah sistem bernama keylogger untuk merekam aktivitas dari pengguna komputer. Dengan keylogger, mereka dapat mengetahui semua kata yang Anda tekan di keyboard. Untuk menghindari hal ini terjadi, Anda dapat menggunakan keyboard virtual untuk melindungi user name dan kata sandi yang Anda input.

Keyboard virtual merupakan keyboard yang berada di layar perangkat Anda. Tools ini memungkinkan pengguna untuk menginput kata sandi tanpa harus menggunakan keyboard konvensional. Melalui keyboard virtual, hacker tidak dapat melacak user ID atau pun password yang Anda input ketika bertransaksi.

  1. Selalu gunakan kata sandi yang kuat

Selalu pastikan bahwa online banking Anda telah menggunakan kata sandi yang kuat. Gunakan kombinasi huruf, angka, atau pun simbol agar hacker tidak mudah menebak kata sandi yang Anda pakai. Selain itu, hindari penggunaan kata sandi yang berkaitan dengan data pribadi Anda seperti nama atau tanggal lahir.

online banking
Sumber: pixabay.com
  1. Berhati-hati dengan email phishing

Hacker juga dapat menyerang korban dengan metode email phising. Mereka akan menyamar sebagai pihak bank dan mengirim email palsu  untuk mendapat informasi pribadi dari korban.  Biasanya mereka akan menggunakan logo perusahaan, serta menggunakan web dan email yang terlihat mirip dengan bank yang asli. Oleh karenanya, Anda harus lebih berhati-hati ketika menerima email mencurigakan yang mengatasnamakan bank. Cek kembali website dan email sah dari layanan bank yang Anda gunakan. Selain itu hindari untuk membuka link berbahaya yang telah disematkan di dalam email.

Baca Juga: 3 Cara yang Dapat Anda Lakukan untuk Mengenali Email Phishing

  1. Utamakan keamanan

Terdapat beberapa hal yang harus Anda utamakan ketika bertransaksi online, seperti :

  • Selalu update perangkat yang Anda gunakan untuk melakukan transaksi, baik itu browser, software, aplikasi atau pun operating system.
  • Gunakan two factor anthentication ketika ingin melakukan perubahan pin atau data penting akun Anda.
  • Selalu gunakan akses internet yang aman dan jangan melakukan aktivitas online banking ketika terhubung di jaringan Wifi publik.

Baca Juga: 3 Strategi Cyber Security Banking yang Lebih Aman

Layanan Logique Digital Indonesia

Logique Digital Indonesia merupakan konsultan IT yang memiliki tim profesional untuk meningkatkan cyber security perusahaan Anda. Logique akan melakukan penetration testing untuk menemukan kerentanan yang sering menjadi celah serangan hacker. Silakan hubungi Logique atau klik website security assessment untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai jasa penetration testing kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts