serangan cyber

Contoh Serangan Cyber yang Sering Terjadi di Indonesia

Oktober 9th, 2019 |

Serangan cyber yang dilakukan oleh para hacker dapat membawa berbagai dampak buruk untuk perusahaan. Serangan cyber adalah suatu upaya jahat yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab dengan tujuan untuk merusak, menghancurkan, serta mengubah jaringan, sistem informasi, infrastruktur, atau perangkat komputer pribadi.  Dalam melakukan serangan cyber, hacker dapat menggunakan beberapa cara seperti menggunakan injeksi malware, phishing, dan lain-lain.

Pada umumnya, peretas atau hacker melakukan berbagai upaya serangan cyber dengan suatu alasan, salah satunya adalah untuk mengakses data sensitif perusahaan. Data-data tersebut nantinya akan dijual secara ilegal oleh hacker untuk mendapatkan uang atau melakukan sejumlah penipuan.

Di Indonesia, terdapat beberapa metode yang sering digunakan peretas untuk menyerang korban. Berikut beberapa metode yang digunakan.

Contoh Serangan Cyber

  1. DDoS

DDoS atau Distributed Denial of Service adalah serangan cyber yang dilakukan oleh hacker dengan cara membanjiri lalu lintas server, jaringan, atau pun sistem. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengganggu lalu lintas normal menjadi overload sehingga pengguna sah atau pengguna lain tidak dapat mengakses website tersebut. DDoS ini pernah menyerang Indonesia di tahun 2018 ketika pilkada dilakukan secara serentak.

Baca Juga: Penjelasan Serangan DDoS dan Cara Mengatasinya

  1. Man in the middle ( MitM )

Man in the middle merupakan istilah yang digunakan ketika peretas berada di antara percakapan pengguna. Seluruh pembicaraan atau komunikasi yang berlangsung akan melalui peretas terlebih dahulu sehingga mereka dapat dengan mudah mengetahui pembicaraan atau bahkan mengubah komunikasi yang sedang dilakukan. Tujuan serangan ini adalah untuk mencuri informasi pribadi, data kredensial, detail akun, nomor kartu kredit, dan lain-lain.

Peretas dapat menjalankan serangan ini dengan memanfaatkan WiFi yang tidak aman.  Peretas akan menggunakan suatu alat untuk membaca data yang dikirimkan korban melalui koneksi yang tidak aman tersebut. Jenis koneksi ini biasanya dapat Anda temukan di area umum dengan Wi-Fi gratis.

serangan cyber

  1. Email phishing

Email phishing juga menjadi salah satu serangan cyber yang banyak terjadi di Indonesia. Dalam melakukan serangan ini, hacker akan menggunakan email untuk mengirim email palsu yang berisi link berbahaya. Hacker akan menulis pesan semirip mungkin dengan email sah agar korban percaya dan mengikuti perintah yang sudah dituliskan di dalam email. Kasus ini pernah terjadi pada pelanggan salah satu e-commerce ternama di Indonesia. Korban mengaku kehilangan saldo belanja sekitar 9 juta rupiah setelah melakukan pengisian data pribadi melalui link palsu yang dikirim ke emailnya.

Baca Juga: 3 Cara yang Dapat Anda Lakukan untuk Mengenali Email Phishing

  1. Injeksi SQL

Dalam melakukan serangan menggunakan Injeksi SQL ( Structured Query Language ), hacker akan memanfaatkan celah keamanan pada website atau aplikasi. Melalui celah tersebut, hacker akan memasukkan perintah SQL berbahaya ke dalam database mesin server sehingga mereka dapat masuk ke dalam sistem tanpa username dan password. Serangan syber ini dapat merusak database perusahaan Anda. Peretas dapat menggunakan injeksi SQL untuk menemukan kredensial pengguna lain di dalam database dan menyamar sebagai pengguna tersebut. Serangan ini juga memungkinkan peretas untuk bisa mengubah dan menghapus database yang tersimpan dalam sistem Anda.

Layanan Logique Digital Indonesia

Jika saat ini Anda membutuhkan jasa penetration testing di Indonesia khususnya Jakarta, Anda dapat menghubungi Logique Digital Indonesia. Melalui layanan penetration testing, kami akan membantu meningkatkan sistem keamanan pada wesbite atau aplikasi perusahaan Anda. Hubungi kami sekarang juga atau klik jasa pentest Logique untuk mengetahui info lebih lanjut mengenai layanan kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *