Programmer Harus Tahu Trik-Trik Coding PHP Ini

Saat ini, PHP sedang menjadi salah satu bahasa pemrograman yang paling populer digunakan di kalangan web developer. Karena ketenarannya, web developer mau tidak mau harus terus mengembangkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam teknik coding PHP.

Berikut ini adalah beberapa trik dalam coding PHP yang mungkin belum Anda ketahui, yakni mengenai penggunaan root path dan require_once dalam script, dikutip dari BinaryTides. Trik-trik ini akan membantu kode Anda lebih responsif dan bekerja lebih optimal.

Trik Coding PHP: Penggunaan Root Path dan Require_once

 

coding PHP
Image Source: Unsplash. Ilustrasi.

Jangan gunakan relative path

Dalam coding PHP, Anda mungkin sering menemukan baris seperti ini:

require_once('../../lib/some_class.php');

Pendekatan ini punya banyak kelemahan, salah satunya melewati pengecekan direktori yang terlalu banyak. Awalnya melakukan pencarian direktori yang telah ditentukan di jalur PHP, kemudian baru direktori yang sekarang.

Selain itu, saat script sedang dijalankan dari cron, mungkin script tersebut tidak memiliki direktori induk yang bekerja. Untuk itu, Anda sebaiknya menggunakan absolute path, seperti:

define('ROOT' , '/var/www/project/');
require_once(ROOT . '../../lib/some_class.php');
 
//rest of the code

Absolute path seperti demikian akan selalu konstan. Namun, kita bisa meningkatkannya. Direktori /var/www/project memang dapat terubah. Akan tetapi, kita tidak perlu ikut mengubahnya juga. Gunakan saja konstanta __FILE__, seperti:

//suppose your script is /var/www/project/index.php
//Then __FILE__ will always have that full path.
 
define('ROOT' , pathinfo(__FILE__, PATHINFO_DIRNAME));
require_once(ROOT . '../../lib/some_class.php');
 
//rest of the code

Jadi, jika Anda menggeser proyek Anda ke direktori yang berbeda, seperti memindahkannya ke server online, kode yang sama akan tetap berjalan tanpa ada perubahan.

Baca Juga: Apa Itu Full Stack Developer? Simak Selengkapnya Di Sini

Jangan gunakan require, include, require_once, atau include_once

Script Anda mungkin memiliki beragam files di awal, seperti library class, files untuk fungsi utilitas, dan fungsi pembantu, seperti:

require_once('lib/Database.php');
require_once('lib/Mail.php');
 
require_once('helpers/utitlity_functions.php');

Ini, bisa dibilang, sudah ketinggalan zaman. Kode ini harus bisa lebih fleksibel. Tulislah fungsi-fungsi pembantu untuk memudahkan input elemen. Lihat contoh berikut:

function load_class($class_name)
{
 //path to the class file
 $path = ROOT . '/lib/' . $class_name . '.php');
 require_once( $path ); 
}
 
load_class('Database');
load_class('Mail');

Lihat perbedaannya. Kode ini tidak lagi memerlukan keterangan. Anda juga bisa lebih meningkatkannya lagi.

Baca Juga: 5 Tools JavaScript untuk Percepat Loading Website

Demikian beberapa trik coding PHP yang dapat Anda terapkan, khususnya bagi Anda yang masih dalam tahap pembelajaran lebih lanjut mengenai PHP. Klik Trik PHP untuk mengetahui lebih banyak mengenai trik-trik coding PHP untuk efisiensi kerja Anda.

Lowongan Kerja PHP Programmer

 

coding PHP

Jika Anda memiliki keahlian dalam teknik programming, termasuk pengembangan PHP, Logique Digital Indonesia sedang membuka lowongan web developer untuk Anda. Di Logique, potensi Anda akan kami bantu gali bersama agar Anda juga bisa ikut berkembang bersama perusahaan internasional seperti kami.

Tidak hanya di Jakarta, kami juga membuka lowongan web developer bagi Anda yang berdomisili di Yogyakarta. Jika Anda memiliki kebutuhan khusus dan tidak bisa bekerja di kantor, kami juga menerima karyawan untuk bekerja dengan sistem remote atau jarak jauh.

Segera registrasikan diri dan kirim CV Anda di tautan berikut. Untuk informasi lebih lanjut mengenai lowongan pekerjaan lainnya di Logique, silakan kunjungi halaman karir Logique Digital Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts