Ini Alasan Indonesia Butuh Sistem Kerja Fleksibel

Bagi negara-negara besar, sistem kerja fleksibel atau remote sudah bukan hal yang asing lagi diterapkan oleh perusahaan. Mereka percaya bahwa jika karyawan bisa bekerja di mana saja dan kapan saja, karyawan cenderung tidak merasakan kejenuhan dalam bekerja, bahkan produktivitas mereka pun lebih meningkat.

Lalu, bagaimana di Indonesia?

Sistem kerja fleksibel belum secara luas diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Perusahaan-perusahaan masih merasa bahwa kehadiran karyawan di kantor membuat mereka lebih fokus, produktif, dan memudahkan dalam komunikasi. Padahal kenyataannya, dilansir dari detik.com, suasana kantor yang cenderung kaku dan tidak kondusif menyebabkan 48% karyawan merasa terganggu dan tidak fokus bekerja.

Fakta tersebut diperoleh dari hasil riset Dell dan Intel dengan subjek 4.764 karyawan dari 12 negara dengan survei yang dilakukan pada Juli hingga September 2014. Riset tersebut juga menunjukkan bahwa komunikasi tidak selamanya efektif di kantor. Sebanyak 51% karyawan mengaku saling berkomunikasi lebih sering melalui IM atau email ketimbang tatap muka.

Masalah yang dihadapi pekerja kantoran tidak hanya sampai situ. Salah satu faktor terkuat yang menyebabkan rendahnya produktivitas dan semangat kerja karyawan adalah keharusan mereka menghadapi kemacetan di jalanan dalam perjalanan menuju kantor.

Inrix, perusahaan analis transportasi asal Amerika Serikat, merilis data kondisi lalu lintas di seluruh dunia pada 2016 lalu. Data tersebut menunjukkan, Indonesia menempati peringkat kedua terburuk dalam hal kondisi kemacetan arus lalu lintasnya.

Dilansir dari situs resmi Inrix, masyarakat Indonesia menyianyiakan rata-rata sebanyak 47 jam per tahun dalam hidupnya hanya untuk terjebak macet di jalanan.

Sementara itu, jika kategori dikerucutkan menjadi kota, Jakarta menempati urutan ke-22 terburuk di dunia. Masyarakat ibu kota membuang waktunya selama 55 jam per tahun dalam hidupnya karena kemacetan. Sementara Bandung berada di bawah Jakarta, yakni 42,7 jam per tahunnya.

Inilah yang dihadapi pekerja kantoran setiap harinya. Tentunya akan lebih baik jika warga Indonesia bisa menggunakan puluhan jam tersebut untuk melakukan hal yang lebih produktif dalam hidupnya. Tidak hanya lebih produktif, karyawan pun tidak akan merasa jenuh dalam mengerjakan pekerjaannya, karena mereka bekerja di tempat dan waktu yang paling membuat mereka nyaman. Sistem kerja remote merupakan salah satu solusi paling efektif untuk mewujudkannya.

Bagaimana perusahaan memantau karyawannya dengan sistem kerja fleksibel.

Kebanyakan perusahaan masih menolak menerapkan sistem kerja fleksibel di Indonesia dengan alasan sulit memantau kinerja karyawannya. Dengan sistem kerja jarak jauh, perusahaan masih merasa ragu jika karyawannya benar-benar melakukan pekerjaannya dengan produktivitas yang diharapkan.

Untuk itulah, Logique Digital Indonesia hadir dengan Dokodemo-Kerja, solusi IT yang mampu membantu perusahaan memantau kinerja karyawannya yang bekerja dengan sistem remote.

Dokodemo-Kerja mampu membantu perusahaan dengan fitur berikut:

  • Mengambil cuplikan layar (screen capture) aktivitas kerja karyawan pada layar perangkat komputernya dalam waktu yang acak (random) dan mengirimnya pada tim manajemen (administrator).
  • Mengalkulasi total jam kerja karyawan, termasuk jam istirahat, secara akurat hanya dengan satu klik.
  • Mengelola total jam kerja serta proyek atau konten yang dikerjakan oleh karyawan.
  • Menampilkan total jam kerja seluruh karyawan dalam satu tampilan layar.

Dengan fitur-fitur tersebut, Dokodemo-Kerja dapat menjadi revolusi sistem kerja baru bagi perusahaan dan karyawan Anda. Dokodemo-Kerja merupakan solusi sistem kerja yang menguntungkan, baik bagi karyawan maupun perusahaan. Dengan sistem kerja efisien, Dokodemo-Kerja bisa membantu perusahaan berkonsentrasi pada peningkatan produktivitas sekaligus memberikan fleksibilitas pada karyawannya.

Bila Anda tertarik untuk menerapkan Dokodemo-Kerja pada perusahaan Anda, hubungi Logique Digital Indonesia dengan mengklik tautan ini. Anda bisa menanyakan hal apa saja terkait sistem kerja remote, dan kami akan membantu Anda dengan senang hati.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts