Peraturan Baru Apple Menuai Protes dan Penolakan

Sumber: boygeniusreport.files.wordpress.com

Mengikuti Worldwide Developers Conference, Apple telah merilis peraturan baru mengenai guideline Appstore ter-update yang dapat memblokir aplikasi yang dibuat “commercialized template atau app generation service”. Tujuan implementasi dari peraturan baru Apple ini adalah melakukan pembersihan aplikasi kloning dan spam secara masif. Akan tetapi hal itu berubah. Sejumlah perusahaan aplikasi telah terpengaruh oleh hal tersebut.

Perusahaan-perusahaan pengembang telah diberikan batas waktu oleh Apple hingga 1 Januari 2018. Setelah melewati tanggal tersebut, aplikasi-aplikasi yang dibuat oleh pengembang-pengembang ini akan ditolak serta dihapus oleh Apple pada Appstore. Sementara itu, usaha Apple untuk menjangkau tiap-tiap pengembang terhadap peraturan baru Apple ini belum bisa dikatakan maksimal.

Peraturan baru Apple ini sangat berpengaruh pada perusahaan pengembang aplikasi, khususnya pada perusahaan dengan skala kecil dan menengah. Perusahaan-perusahaan ini memiliki keterbatasan sumber daya serta finansial dalam merancang aplikasi iOS.

Nyatanya, perusahaan-perusahaan pengembang seperti ini dapat membantu akivitas bisnis pada industri kecil dan menengah. LSM, organisasi masyarakat, tempat olahraga, restoran menggunakan aplikasi berbasis drag and drop & template pada perusahaan, institusi atau organisasi mereka.

Aplikasi tersebut memang bukan merupakan aplikasi yang digunakan oleh khalayak luas. Aplikasi ini hanya digunakan oleh sekelompok industri atau pelaku-pelaku usaha tertentu saja. Akan tetapi aplikasi tersebut sangat memudahkan dan membantu aktivitas bisnis mereka dibandingkan aplikasi berbayar seperti Uber Eats atau GrubHub.

Pada peraturan baru Apple ini, perusahaan-perusahaan pengembang tidak boleh menggunakan halaman web dengan template wordpress atau menggunakan website wizards dari layanan Wix atau Squarespace. Pergerakan Apple untuk memblokade bisnis skala kecil secara masif dari App Store, telah menyita perhatian kongres.

Pada sebuah surat tertanggal 1 Desember 2017, Kongres Ted W. Lieu (33rd District, California) telah menanyakan Apple untuk mempertimbangkan kembali keputusan megenai implementasi dari 4.2.6 dan 4.3 guidelines. Dahulu, pelaksanaan dari peraturan ini hanya melarang aplikasi template-based untuk masuk ke Appstore disaat ditemukan lebih banyak spam – Namun, peraturan baru Apple pada saat ini adalah memblokade aplikasi-aplikasi pada Appstore yang berbasis template serta drag dan drop ataupun menggunakan website wizards.

“Saya tidak setuju terhadap keputusan peraturan baru Apple dalam melarang sebuah aplikasi yang berbasis template serta drag & drop untuk masuk ke dalam Appstore,” tulis Lieu. “Hal ini dapat berdampak pada industri skala kecil dan menengah, berbagai institusi, serta organisasi yang masih bergantung pada aplikasi berbasis template karena memiliki keterbatasan sumber daya untuk merancang aplikasi”.

Kebijakan ini membuat sejumlah perusahaan aplikasi untuk tidak melanjutkan aktivitas bisnisnya. Sebagai contoh perusahaan Shoutem dan Chownow yang ditutup karena peraturan baru Apple tersebut. Selain membuat perusahaan aplikasi menutup bisnisnya, peraturan baru Apple ini diyakini oleh sebagian masyarakat sebagai penghalang bagi industri kecil dan menengah untuk dapat berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts