LOGIQUECASE STUDY
case study logique

BUMA

case study logique
case study logique

BUMA

PT Bukit Makmur Mandiri Utama atau sering disebut BUMA adalah kontraktor pertambangan batu bara independen terbesar kedua di Indonesia yang didirikan pada tahun 1998. Saat ini, BUMA sudah memegang sekitar 20 pangsa pasar di Indonesia dengan menyediakan layanan berupa penambangan batu bara untuk perusahaan-perusahaan besar serta beberapa perusahaan baru yang berpotensi untuk berkembang di industri batu bara.

Dengan didukung oleh sekitar 12.000 karyawan, BUMA dapat melakukan cakupan pekerjaan yang komprehensif dalam memberikan layanannya mulai dari pemindahan lapisan penutup, penambangan batu bara, pengangkutan batu bara serta reklamasi, sampai proses rehabilitasi lahan. Selain itu, BUMA juga mempergunakan teknologi canggih dan lebih dari 2.500 unit alat berat berkualitas seperti Komatsu, Caterpillar, Hitachi, Volvo, Scania dan Mercedes.

Agar bisa terus memberikan layanan yang terbaik, BUMA akan terus mengupayakan Operational Excellence di semua bidang. Untuk mencapainya, BUMA akan menerapkan 6 pilar kerangka strategi yang salah satunya adalah penerapan teknologi yang tepat.

case study logique
case study logique

Latar Belakang

Sebagai kontraktor perusahaan tambang independen yang melayani klien-klien besar di industri batu bara Indonesia, BUMA berkomitmen untuk terus bisa memberikan layanan yang terbaik. BUMA terus berupaya untuk menjadikan operasional tambang dapat berjalan dengan selamat, efektif, dan efisien. Untuk itu, BUMA senantiasa melakukan pemeliharaan terhadap aset kendaraan dan alat berat mereka miliki dan gunakan (asset maintenance) secara berkala.

Seperti yang kita ketahui, penyediaan alat berat adalah investasi yang bisa dibilang tidak murah. BUMA menyadari bahwa mereka membutuhkan sebuah sistem manajemen yang tepat untuk mengelola aset perusahaan yang satu ini, mulai dari proses plan & scheduling, inspection, dan execution.

Atas dasar hal tersebut, BUMA memutuskan untuk bekerja sama dengan LOGIQUE DIGITAL INDONESIA dalam proyek pengembangan sistem inspeksi alat berat atau heavy equipment inspection system yang bernama BUMA Digital Maintenance (DigiMan).

BUMA DigiMan sendiri merupakan aplikasi seluler yang dapat digunakan oleh pengawas, planner, serta para mekanik BUMA sebagai sistem pelaporan yang terintegrasi dan mampu mencegah kerusakan pada alat berat. Dengan hadirnya aplikasi DigiMan ini, diharapkan BUMA dapat selalu menjaga kinerja alat beratnya agar tetap memiliki kondisi yang prima serta sesuai dengan spesifikasinya. Manajemen dan inspeksi alat berat yang dilakukan dengan tepat juga akan mendorong tercapainya target produksi yang diinginkan oleh perusahaan.


case study logique
case study logique
case study logique

Pengelolaan Alat Berat

Peralatan konstruksi berupa alat-alat berat merupakan sumber daya utama bagi perusahaan kontraktor. Perlu Anda ketahui bahwa peralatan tersebut sangat mahal sehingga perusahaan membutuhkan biaya yang sangat tinggi untuk bisa menyediakannya.

Perusahaan kontraktor pada umumnya akan mengelola banyak proyek secara bersamaan dengan harapan bisa mencapai produktivitas dan keuntungan maksimum. Oleh karena itu, perusahaan kontraktor perlu menjaga dan memastikan bahwa setiap alat berat yang dimilikinya dapat bekerja secara optimal untuk menambang batu bara setiap hari.

Jika tidak dikelola dengan baik, alat berat yang rusak dan tidak bekerja dengan optimal akan membawa kerugian yang besar bagi perusahaan. Selain biaya pembelian alat berat yang baru akan membutuhkan pengeluaran yang besar, peralatan yang rusak atau tidak dapat bekerja dengan optimal akan menghambat proses penambangan sehingga membuat klien merasa tidak puas dengan kinerja perusahaan kontraktor.

Selain itu, kerusakan alat berat juga akan membawa dampak buruk untuk jangka panjang karena perusahaan akan kesulitan untuk memenangkan proyek di masa yang akan datang. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan kontraktor untuk bisa menjalankan strategi yang bisa memperpanjang umur peralatan berat dan mengoptimalkan produktivitasnya di perusahaan.


case study logique
case study logique

Solusi Sistem Inspeksi Digital

Memeriksa kondisi peralatan konstruksi setelah selesai digunakan sangat penting untuk dilakukan. Hal ini dapat membuat perusahaan dapat segera mengetahui apakah alat berat tersebut masih dalam kondisi yang baik dan dapat digunakan untuk proyek-proyek selanjutnya.

Perlu diingat, proses pengecekan harus dilakukan secara menyeluruh. Jika hanya dilakukan secara sekilas, alat berat mungkin terlihat baik-baik saja. Padahal ada kemungkinan jika mesin di dalam alat berat tersebut mengalami penurunan kinerja atau kerusakan yang tidak terlihat setelah pulang dari lokasi konstruksi.

Mengingat bahwa perusahaan kontraktor ingin terus mencapai produktivitas maksimum setiap harinya, maka proses inspeksi secara menyeluruh tidak memungkinkan untuk dilakukan secara manual. Oleh karena itu, sistem inspeksi digital yang praktis untuk digunakan sangat dibutuhkan oleh perusahaan kontraktor. Dengan adanya sistem ini, proses inspeksi alat berat diharapkan dapat dilakukan sesegera mungkin setelah peralatan kembali dari lokasi kerja.

Sistem inspeksi digital memungkinkan perusahaan untuk merekam dan melihat detail kondisi peralatan Anda dengan lebih cepat. Jika ditemukan bahwa alat berat mengalami kerusakan setelah disewakan kepada klien, maka perusahaan dapat meminta downtime agar alat berat dapat memperoleh servis dengan tepat.

Selain itu, inspeksi alat berat yang dilakukan secara rutin juga akan sangat membantu meningkatkan keselamatan pekerja perusahan. Dengan demikian, perusahaan dapat menyelesaikan proyek sesuai jadwal dengan tenang.


case study logique
case study logique
case study logique

Teknologi yang Diterapkan

Sistem inspeksi alat berat yang dinamakan BUMA Digital Maintenance (BUMA Digiman) ini dikembangkan dengan menggunakan 3 modul besar didalamnya, yaitu D-Order, D-Inspect, dan D-Execute. Secara garis besar, ketiga modul tersebut akan berguna untuk mempermudah proses pemeliharaan aset perusahaan kapanpun dibutuhkan.

Sistem inspeksi ini dikembangkan untuk dapat digunakan dengan mudah dan praktis melalui perangkat seluler. Agar dapat bekerja secara optimal pada perangkat Android, BUMA DigiMan dikembangkan dengan menggunakan teknologi Kotlin. Teknologi ini dipilih karena sangat kompatibel dengan Android serta menawarkan sisi keamanan yang lebih baik. Selain itu, BUMA Digiman juga terintegrasi dengan beberapa layanan eksternal seperti SAP, Power BI, dan Azure AD melalui API.


case study logique

Performa BUMA Digital Maintenance (DigiMan)

Pengembangan sistem inspeksi alat berat berupa aplikasi seluler BUMA Digital Maintenance (DigiMan) memberikan manfaat dan dampak yang sangat positif bagi PT Bukit Makmur Mandiri Utama. Kehadiran BUMA DigiMan telah mempercepat dan mempermudah proses asset maintenance sehingga menjadi jauh lebih efektif dan efisien. Aplikasi ini juga dapat dengan mudah memberikan informasi yang berguna untuk para tenaga kerja perusahaan seperti status monitoring, hasil inspeksi, pemakaian budget, dan lain-lain sehingga proses operasional tambang berjalan dengan lebih lancar.

case study logique
case study logique

Studi Kasus Lainnya

TENTANG LOGIQUE

LOGIQUE adalah Web Developer di Jakarta yang menyediakan aneka jasa pembuatan website termasuk desain web, pembuatan aplikasi, pemasaran digital, pengembangan sistem berbasis web, dan jasa SEO. Kami memberikan dukungan pembuatan website atau sistem berbasis web serta pengelolaannya di Jakarta, Indonesia dan di mancanegara seperti di Jepang. Selain jasa yang berhubungan dengan website, kami juga menyediakan layanan desain dan percetakan untuk profil perusahaan, katalog, brosur, dll.